Monday, 20 May 2019
banner-1

Kunjungan Ke Tarakan, Kepala BNP2TKI: Tiga Sifat Bertarung Dalam Diri Manusia  

banner-1

PENGUMUMAN PENDAFTARAN PENEMPATAN CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) KANDIDAT NURSE (KANGOSHI)DAN CAREWORKER (KAIGOFUKUSHISHI) PROGRAM G TO G KE JEPANG BATCH XIII TAHUN 2020

banner-1

PELITA PMI SUKSES JADI GEBRAKAN PROGRAM PELINDUNGAN PMI DAN KELUARGANYA

banner-1

Pelatihan Upskilling Program Housekeeping Bagi Calon PMI Angkatan I di BBPLK Medan

banner-1

Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid Berikan Kultum Dihadapan Seluruh Pegawai BNP2TKI di Gedung Auditorium BNP2TKI,Jakarta, Senin (6/5/2019)

Kepala BNP2TKI

PENGUMUMAN AKHIR JPT PRATAMA BNP2TKI 2019                                Pengumuman Hasil Akhir Seleksi Pengisian Jabatan Home Staff (Tenaga Teknis) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di lingkungan BNP2TKI Tahun 2019                                Pengumuman Hasil Tes Tertulis Bahasa Inggris dalam Rangka Seleksi Pengisian Jabatan Home Staff KDEI Taipei di Lingkungan BNP2TKI Tahun 2019                                Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BNP2TKI tahun 2019                                Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Pengisian Jabatan Home Staff KDEI Taipei di Lingkungan BNP2TKI tahun 2019                                Penerbangan Korea                                Pengumuman Perpanjangan Seleksi Home Staf KDEI Taipei                                Pengumuman Seleksi JPT Pratama                                Pengumuman Seleksi JPT Pratama                                Pengumuman Seleksi Home Staf KDEI Taipei                                Pengumuman Seleksi JPT Pratama                               

Berita Terbaru

"Oleh-Oleh" Kunjungan Ka BNP2TKI Ke Tarakan dan Nunukan

Nunukan, BNP2TKI (20/5/19) -- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid telah merampungkan kunjungan kerja di Tarakan dan Nunukan, Kalimantan Utara selama tiga hari (15-18 Mei 2019). Banyak hasil yang diperoleh selama lawatan ke kawasan yang menjadi tempat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk pergi ke dan pulang Sabah, Malaysia itu.
 
Kepala BNP2TKI yang didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas, Sukmo Yuwono, Kasubdit Pemberdayaan PPNS, Wahyudi Triono, dan Plt. Kepala BP3TKI Nunukan, Arbain, secara marathon mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak. Diantaranya, dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendrik Sudaryanto, Kapolres Kota Tarakan dan Kepala Kantor Kelas II Tarakan di Tarakan, Bupati Nunukan Hajjah Asmin Laura Hafid serta jajarannya dan mengunjungi kantor BP3TKI, terminal pelabuhan Tunon Taka di Nunukan, mulai 15-17 Mei 2018.
 
Menurut data, banyak PMI non prosedural pergi ke Sabah melalui pulau Sebatik, kabupaten Nunukan. Hal ini dimungkinkan karena banyak jalur ke Sabah yang tanpa penjagaan serta dipermudah lagi dengan bantuan para pihak tertentu. 
Diperkirakan satu juta PMI beserta keluarganya dewasa ini berada di Sabah. Sebagian besar terancam dideportasi Kerajaan Malaysia dan kepulangan PMI ilegal ini melalui Nunukan.
 
Kepala BP3TKI Nunukan, Kombes. Pol. Ahmad Ramadhan, dalam coffee morning, dengan media lokal beberapa waktu lalu, menerangkan sejumlah 500 PMI non prosedural di pulangkan Kerajaan Malaysia pada Januari 2019.
 
Terkait dengan sekalian perkembangan tersebut, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menyarankan pemerintah kabupaten Nunukan segera membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk menangani masalah PMI. Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten Nunukan mesti mengirimkan surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan ditembuskan ke Kementerian Hukum dan HAM.
 
Hal itu disampaikan saat bertemu dengan Bupati Nunukan Hajjah Asmin Laura Hafid di ruang kerja Bupati Nunukan, Kamis (16/5/2019).“Lembaga perwakilan di daerah untuk penanganan TKI atau pekerja migran ini sangat penting.”
 
“Sementara untuk mendukung pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis komunitas, maka BLK dapat berperan dalam meningkatkan kecakapan PMI. Misalnya menyelenggarakan pelatihan pekerja kebun dan perikanan”.
 
Selain itu Kepala BNP2TKI berharap Pemkab membuat Nota Kesepahaman (MoU) dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk penanganan kesehatan PMI.
 
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid dalam pertemuan itu memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan untuk menindaklanjuti pembentukan UPT dan penanganan masalah PMI.
 
“Penanganan PMI telah dilakukan Pemerintah kabupaten Nunukan. Apalagi, ada aturan baru yang menyerahkan penanganan PMI ke pemerintah daerah. Ini cukup membebani daerah. Syukurnya, kita sudah memiliki rusunawa. Sehingga dapat menampung PMI deportasi dari Malaysia,” ungkap dia.
 
Dalam pertemuan itu, Bupati Hajjah Asmin Laura Hafid juga langsung memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan untuk menindaklanjuti pembentukan UPT dan penanganan masalah PMI.
 
Terkait peraturan baru yang menyerahkan penanganan PMI ke pemerintah daerah, bupati menyatakan, cukup membebani daerah. Syukurnya, kita sudah memiliki rusunawa hingga dapat menampung PMI deportasi dari Malaysia.
 
Nusron Wahid menambahkan perubahan Undang-undang tentang pengalihan penanganan PMI yang tidak ditangani BP3TKI memang menjadi beban tersendiri bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, untuk meringankan beban pemda/pemkab seyogyanya pemerintah pusat tetap hadir dengan membentuk UPT di daerah perbatasan negara, seperti Kabupaten Nunukan.
 
Selain bertemu dengan bupati, Kepala BNP2TKI berkunjung ke Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang berlokasi di Kantor BP3TKI Nunukan, melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Nunukan serta para pemangku kepentingan terkait, seperti Disnaker, Disdukcapil, Kanim, Polres, Kepala BNP2TKI juga mengunjungi terminal pelabuhan Tunon Taka yang dibangun PT. Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV).
 
Dalam kunjungan ke terminal itu, Kepala BNP2TKI menyatakan akan mengirim surat kepada Dirjen Perhubungan Laut agar menyediakan ruang di kantor perlabuhan. Ruang itu akan menjadi lokasi untuk mengurus PMI bermasalah. 
 
Perwakilan BI 
Sehari sebelum nya, Rabu, 15 Mei 2019 pada pertemuan dengan jajaran Perwakilan BI di Tarakan, Kepala BNP2TKI menyampaikan, pihaknya selama ini sangat memperhatikan program keuangan inklusif, khususnya bagi pekerja migran. Dimana pemerintah mengupayakan terciptanya sistem keuangan agar pekerja migran harus dapat terakses dengan baik dan mudah ke layanan keuangan atau perbankan. 
 
BNP2TKI juga mendorong Perwakilan BI Kalimantan Utara dapat mengambil peran melakukan edukasi keuangan bagi pekerja migran di wilayah daerah perbatasan yang masuk melalui Nunukan. 
Sementara itu, Hendrik Sudaryanto menyambut baik kunjungan Kepala BNP2TKI dan rombongan ke kantor Perwakilan Bank Indonesia dan siap mendukung upaya program bersama bagi kesejahteran pekerja migran asal Indonesia, khususnya bagi yang akan bekerja melalui daerah Nunukan. 
 
Setelah pertemuan singkat tersebut dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama dan sholat tarawih berjamaah di Kantor Perwakilan BI. 

 

Selanjutnya rombongan Kepala BNP2TKI pada keesokan harinya mengadakan pertemuan terkait upaya pencegahan TPPO pekerja migran illegal dengan Kapolres Kota Tarakan dan Kepala Kantor Kelas II Tarakan dan kemudian dilanjutkan kunjungan kerja ke Nunukan. *** (Humas). 

Update Data Paspor

Data Paspor Anda Berubah?

Cek E-KTKLN

Cek Status TKI

Program Prioritas Nasional

TOT Aplikasi Save Travel oleh Kemlu RI

TOT Aplikasi Save Travel oleh Kemlu RI Bogor, BNP2TKI Sabtu (11/11) -Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Training of Trainer tentang Aplikasi Safe Travel bagi Instruktur PAP diikuti 26 peserta dari BP3TKI, LP3TKI dan P4TKI selama 3 hari 10 sd 12 November 2017 di Royal Padjadjaran Hotel Bogor. Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono dalam sambutannya mengatakan hampir 80% permasalahan TKI di luar negeri ada didalam negeri, untuk itu aplikasi save travel ini sangat penting. Para instruktur Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) menyampaikan kepada Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) untuk mendownload dan menjelaskan cara penggunaan aplikasi tersebut. Aplikasi safe travel ini berisi informasi praktis yang diperlukan WNI/TKI, banyak manfaatnya khususnya ada fitur panic button sebagai upaya pencegahan permasalahan WNI/TKI, yang diharapkan dapat digunakan oleh WNI/TKI yang sedang terkena masalah dan mendapat bantuan dari perwakilan RI di Negara Tujuan. "Jadi tugas Instruktur PAP adalah memberikan penilaian apakah CTKI tersebut siap untuk bekerja keluar negeri. Untuk itu instruktur PAP merupakan step/tahap akhir yang sangat serius untuk menyaring CTKI bisa atau tidak untuk bekerja keluar negeri. Instruktur PAP berhak menghentikan atau membatalkan CTKI untuk bekerja keluar negeri bila dalam ujipetik masih ada CTKI yang tidak layak bekerja keluar negeri,"kata Hermono. Hermono juga menyebutkan dalam Undang-Undang yang telah di sahkan oleh DPR RI ada 1 pasal dimana petugas atau pejabat yang memberangkatkan TKI yang belum siap untuk bekerja keluar negeri akan ada sanksi pidananya. Kita mau kesiapan TKI tidak hanya kelengkapan dokumen saja, tapi kesiapan TKI baik mental maupun keahliannya untuk bekerja keluar negeri. "Kegiataan Bimtek ini harus bener-bener dipahami dan dishare kepada instruktur PAP yang lainnya dan dipastikan TKI yang akan bekerja keluar negeri itu sudah siap dan memahami juga memiliki aplikasi ini untuk perlindungan TKI itu sendiri, " ungkap Hermono. Lebih lanjut Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kegiatan bimtek TOT tentang aplikasi Safe Travel ini untuk lebih memperat kerjasama antara BNP2TKI dan Kemenlu untuk memberikan perlindungan bagi TKI. Iqbal juga menambahkan safe travel saat ini masih berbasis android dapat didownload langsung secara gratis dari play store. Menurut Iqbal safe travel selain sebagai Early Warning Sistem (EWS) yang lebih penting adalah pencatatan dan pendataan seluruh WNI/TKI pada portal database WNI/TKI. Iqbal menyebutkan dari kelebihan dan keuntungan menggunakan aplikasi safe travel ini pertama dengan data di portal database WNI/TKI keberadaan WNI/TKI dengan mudah dapat diketahui, kedua dengan adanya fitur panic button yang langsung terinfo kealamat email, nama akunnya siapa, nomor paspornya dan posisinya dimana dapat segera diberi bantuan cepat (quick response) dalam kondisi darurat oleh Perwakilan RI di Nagara Tujuan, dan yang ketiga aplikasi ini tidak menghilangkan pintu pengaduan yang lainnya. Iqbal mengatakan aplikasi Safe travel dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan selain itu dilengkapi fitur yang bermanfaat, juga memberikan perlindungan dengan AMAN, NYAMAN DAN ASIK maksudnya lebih menginformasikan hukum dan aturan negara tujuan, alamat dan hotline Perwakilan RI di negara tujuan, serta kondisi keamanan di negara tujuan, menginformasikan tempat ibadah,kuliner, Indonesia nearby dan dapat share kemedsos dengan berbagai macam picture lainnya. Kata Iqbal. Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan Arini Rahyuwati, pejabat dan staf Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu, Kepala BP3TKI Jakarta, dan Kepala BP3TKI NTB.***(Humas)

LTSP P2TKI Resmi Beroperasi Bagi Warga Lombok Tengah

Praya, BNP2TKI (29/11/17) -- Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-P2TKI) di Kabupaten Lombok Tengah resmi dibuka dan beroperasional pada Senin, 27 Nopember 2017. LTSP-P2TKI didirikan di komplek Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Lombok Tengah merupakan satu dari tiga target nasional program tatakelola pelayanan TKI poros daerah asal di wilayah Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017.
 
Hadir mewakili Kepala BNP2TKI, Deputi Bidang Penempatan Teguh Hendro Cahyono, Direktur KVPD Haposan Saragih, Kepala Divisi Keimigrasian NTB Eddy Setiadi, Asisten III Setda Prov. NTB Imhal , Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, serta pejabat lainnya di wilayah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, LTSP-P2TKI Kabupaten Lombok Tengah diisi oleh 6 instansi yakni Imigrasi, Kepolisian, Disdukcapil, Disnaker, RSUD Praya, BP3TKI Mataram, serta 2 lembaga lainnya yakni BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Mandiri.
 
Kepala BNP2TKI dalam sambutan yang dibacakan Deputi Penempatan, menjelaskan bahwa LTSP hadir sebagai wujud implementasi perintah Presiden RI Bapak Joko Widodo, agar pemerintah memberikan kemudahan, kepastian dan keamanan dalam proses pelayanan penempatan dan perlindungan TKI.

Stigma pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (P2TKLN) yang berbelit, lama, marak calo, biaya tidak transparan, sehingga orang enggan menempuh prosedur resmi, menjadi objek eksploitasi, banyak TKI Ilegal, tidak terdata, dan  kesulitan dalam penanganan kasus, maka dengan adanya LTSP-P2TKI, Pemerintah membuktikan kehadirannya dalam melayani masyarakat, pemerintah dituntut untuk benar-benar melakukan pelayanan sebaik-baiknya kepada warga yang akan bekerja keluar negeri, dalam LTSP ini Pemerintah menyatukan niat dan tekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Calon TKI dan TKI serta keluarganya.
 
Hal yang sama disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri seperti yang dibacakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB. Menteri berharap program ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan kepada calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri serta akan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh hak-haknya terhadap pelayanan publik.
 
Setelah diresmikan dan beroperasinya LTSP-P2TKI Lombok Tengah ini maka warga Lombok Tengah yang ingin menjadi TKI atau TKI re-entry tidak perlu lagi jauh ke Mataram untuk mendapatkan pelayanan. Semua pelayanan terkait dokumen TKI mulai dari dokumen dasar kependudukan, penerbitan paspor, catatan kepolisian, pembuatan ID CTKI, polis asuransi BPJS, sarana kesehatan, serta e-KTKLN sudah bisa dilakukan di LTSP-P2TKI Lombok Tengah. Termasuk di dalamnya BP3TKI Mataram menerima pengaduan dari CTKI, TKI maupun keluarga TKI. Begitu juga dengan informasi peluang kerja luar negeri. Petugas Jobsinfo BP3TKI Mataram siap memberikan pelayanan informasi kepada warga Lombok Tengah.*** (Humas)

Upgrading skill Bahasa Inggris Untuk CTKI Kapal Pesiar dan Chef

Jakarta, BNP2TKI Jumat,(17/11) - Deputi KLN dan Promosi BNP2TKI, Drg. Elia Rosalina Sunityo, MARS, M.Si berharap Calon Tenaga Kerja Indonesia dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar, guna memenuhi kualitas dan kemampuan CTKI dalam berbahasa Inggris. BNP2TKI terus menyelenggarakan program upgrading skill dibeberapa daerah di Indonesia, antara lain di Jakarta. Upgrading Skill bahasa Inggris di Jakarta dilaksanakan bagi 60 orang CTKI angkatan ke empat yang akan bekerja ke luar negeri pada sektor Hospitality di Kapal Pesiar, kata Elia di sela Pembukaan Program Peningkatan Kualitas Kompetensi & Bahasa (Upgrading Skill) Calon Tenaga Kerja Indonesia pada Rabu, (15 November 2017) di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Putra Al Irshad Mandiri Jakarta. Elia menyebutkan program Upgrading skill ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi serta kemampuan bahasa Inggris para CTKI yang akan bekerja ke luar negeri. Kedepan nantinya tidak hanya peluang kerja sektor Hospitality di kapal pesiar (Seabased) saja, tapi untuk jabatan Chef dengan tujuan penempatan Negara Australia (Landbased), untuk memenuhi permintaan tenaga chef di Australia dengan gaji dan fasilitas yang sangat bagus. “Total permintaan sebanyak 500 orang tenaga kerja untuk jabatan chef dengan gaji sekitar 45 juta sampai dengan 50 juta rupiah perbulannya, dengan kontrak kerja selama 3 tahun dan ditempatkan di hotel dan restaurant besar di Australia. Saat ini kita baru bisa penuhi 40 orang saja, dan masih banyak yang belum terpenuhi tapi harus memenuhi kulifikasi yang dipersyaratkan antara lain Diploma bersertifikat, pengalaman kerja sebagai Chef minimum 3 tahun yang paling penting harus lulus tes IELTS 5.0 atau TOEFL 500, dan lulus test food, “ ujar Elia. Elia juga mengungkapkan BLKLN Putra Al Irshad Mandiri ini telah melaksanakan Upgrading Skill sebanyak 3 kali pada sektor hospitality untuk kapal pesiar dengan tujuan Amerika, Kanada dan Eropa dan yang hari ini dibuka adalah yang ke empat kalinya. Untuk angkatan 1 dan 2 dengan jumlah 50 orang, sebagian besar telah ditempatkan di kapal pesiar tersebut, dan angkatan 3 sebanyak 30 orang yang sedang dalam proses penempatan. Lebih lanjut Kepala BLKLN PT. Putra Al Irshad Mandiri H.Sofyan mengatakan sebagai CTKI yang mendapatkan kesempatan baik untuk bekerja keluar negeri, harus memiliki persiapan yang matang dan memiliki sehat jasmani dan rohani. Tanpa sehat jasmani dan rohani CTKI tidak akan bisa bekerja keluar negeri, Kata H. Sofyan. Direktur Operasional PAM’s, Yudi Lontoh juga mengatakan kepada peserta angkatan ke empat ini bahwa upgrading skill ini adalah proses pembekalan sebelum memulai bekerja di industri perhotelan atau kapal pesiar, para peserta diminta agar lebih serius dalam mengikuti program pemerintah ini, Para instruktur di BLK ini sangat mendukung program pemerintah dimana peningkatan mutu dan kualitas CTKI lebih terangkat dengan adanya upgrading skill, Jadi mohon dipergunakan dengan sebaik-baiknya program ini untuk bekal dimasa mendatang. Hadir dalam acara tersebut jajaran Kedeputian KLN dan Promosi BNP2TKI, BP3TKI Jakarta, perwakilan PT Ratu Oceania Raya dan para instruktur upgrading skill bahasa Inggris.**** (Humas)

Bazar TKI Purna Serang, Tindaklanjut Program Pemberdayaan TKI

Serang, BNP2TKI (19/6/17) - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Serang bekerjasama dengan Carrefour kota Serang mengadakan Bazar Ramadhan TKI Purna, pada tanggal 17-18 Juni 2017. Acara dibuka oleh Kepala BP3TKI Serang , A.Gatot Hermawan, SH, MH yang didampingi oleh H.R Setiawan,SH, M.Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang dan dihadiri oleh Kasubdit Pemberdayaan dan Rehabilitasi TKI Purna BNP2TKI, Kabid pembinaan dan penempatan Tenaga Kerja, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Serang, Mitra lokal/industri, serta para TKI purna. 

Bazar Ramadhan TKI Purna tersebut diikuti oleh para peserta yang telah mendapatkan pelatihan melalui program pemberdayaan bagi TKI Purna yang dilaksanakan BP3TKI Serang di Tahun 2017 sebanyak 250 orang. Dalam kegiatan tersebut binaan Dinas Tenaga Kerja kabupaten Serang juga berpartisipasi menampilkan berbagai macam produk makanan ringan khas Banten. Kegiatan ini merupakan upaya tindaklanjut BP3TKI Serang dalam rangka program pemberdayaan untuk memperkenalkan produk-produk hasil TKI purna ke pasar. Salah satu dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan potensi produk TKI Purna yang bermutu dan berkualitas sehingga mampu untuk diterima pangsa yang luas. 

Dalam kesempatannya, Kasubdit Pemberdayaan dan rehabilitasi TKI purna BNP2TKI, Yull elvira Yulinda SH, M.Si menyampaikan apresiasi dan sukacitanya atas partisipasi para TKI Purna pada Bazar Ramadhan tersebut. Linda melanjutkan bahwa BP3TKI Serang telah menciptakan suatu inovasi dalam rangka mengembangkan program pemberdayaan bagi TKI Purna dan keluarganya, "Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai wadah dalam mengembangkan usaha oleh para peserta," jelasnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BP3TKI? Serang A.Gatot Hermawan, SH, MH menjelaskan dalam sambutannya, keikutsertaan para TKI Purna tidak saja memperkenalkan produk khas Banten yang menjadi produk hasil TKI tetapi juga sekaligus menunjukkan bahwa TKI Purna bisa mandiri berwirausaha dan meraih kesuksesen didalam negeri.

Gatot menambahkan, "Untuk mengubah mindset para TKI Purna agar tidak kembali bekerja keluar negeri dan mau memulai berwirausaha, salah satu peran penting pemerintah. Dalam hal ini BP3TKI Serang ingin menunjukkan kepada para TKI Purna khususnya di Provinsi Banten bahwa berwirausaha tidak susah, asalkan diikuti dengan kemauan dan ketekunan" pungkasnya. ***(Humas/BP3TKI Serang)