Wednesday, 18 September 2019

Berita

Berita Utama

BNP2TKI Adakan Perpanjangan Kerjasama dengan Beberapa Lembaga Terkait Persediaan PMI Bidang Kesehatan ke Jepang

-

00.09 11 September 2019 227

Foto bersama Deputi KLNP, Elia Rosalina (tengah depan) bersama pihak Stikes Budi Luhur, Stikes Strada Indonesia dan Bahana Inspirasi Muda Bandung, Se

Jakarta, BNP2TKI, Selasa (10/9/2019)__Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi (KLN-P) yang dipimpin Deputi KLNP, Elia Rosalina Sunityo kembali memperpanjang kerjasama dengan  3 (tiga) lembaga yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi (Jawa Barat), Institut Ilmu Kesehatan Strada Indonesia Kediri (Jawa Timur) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahana Inspirasi Muda Bandung (Jawa Barat) terkait persediaan tenaga kerja Perawat dan Careworker ke Jepang di Ruang Rapat Deputi Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Elia Rosalina Sunityo mengatakan bahwa MOU yang dilakukan ini merupakan perpanjangan kerjasama dengan ketiga lembaga ini yang kedua kalinya sejak adanya kesepakatan kerjasama pertama kali dengan Bahana Inspirasi Muda pada 19 Januari 2016 lalu. Kemudian dengan Stikes Strada Indonesia Kediri, Jawa Timur pada 31 Desember 2015 dan Stikes Budi Luhur Cimahi, Jawa Barat pada 14 November 2013 silam. Hal ini sangat penting dilakukan karena permintaan tenaga kerja bidang kesehatan dari Negara luar semakin banyak, namun fokus ketiga lembaga ini untuk sementara khusus persiapan PMI bidang kesehatan ke Jepang dan tidak menutup kemungkinan juga untuk beberapa Negara lainnya yang juga meminta pekerja di bidang yang sama.

“Sejauh ini persediaan tenaga kerja Perawat dan Careworker ke Jepang terus digencarkan karena tingginya permintaan tenaga kerja bidang kesehatan dari Jepang. Oleh karena itu, pemerintah (BNP2TKI)  berusaha sebaik mungkin dalam berupaya menyediakan para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkualitas”, ujar Elia Rosalina Sunityo.

Elia juga mengatakan bahwa BNP2TKI juga menggandeng beberapa Balai Latihan Kerja (BLK) dalam mendukung pemenuhan kualitas tenaga kerja Perawat terutama untuk kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang. Tenaga kerja Perawat dan Careworker yang akan ditempatkan di Jepang diharapkan berkompeten dalam bidangnya dan lolos dalam seleksi ujian N3 dan N4.

Elia berharap, kerjasama ini tidak hanya sekedar ceremony tetapi ada demand yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan negara Jepang. Meski diakui Negara Jepang cukup selektif dalam menentukan kualitas demand tetapi tenaga kerja bidang kesehatan dari Indonesia mampu bersaing dan berkompetensi dengan baik di luar negeri terbukti dari semakin tingginya permintaan akan tenaga kerja bidang kesehatan dari negara luar terutama Jepang. Para Calon PMI Perawat dan Careworker yang akan bekerja di Jepang juga dituntut harus memiliki sertifikat Nourse bagi perawat yang akan bekerja di rumah sakit dan bagi perawat lansia (Careworker) disediakan bagi yang freshgraduate.

“Semoga kerjasama ini juga harus ada prospek demand-nya yang jelas agar tidak hanya sekedar ada kerjasama tetapi kerjasama itu saling menguntungkan kedua belah pihak”, harap Elia.

Elia Rosalina juga menyampaikan  terkait prosedur dan persyaratan serta informasi peluang - peluang kerja bagi tenaga kesehatan untuk Negara Penempatan Kawasan Timur Tengah, Asia Pasifik, Amerika dan Eropa. **(Humas/Lily)