Tuesday, 12 November 2019

Berita

Berita Utama

BNP2TKI dan Bank Indonesia Bersinergi dalam Program Survei Remitansi Pekerja Migran Indonesia

-

00.06 28 June 2019 955

Pendampingan yang dilakukan BNP2TKI dan Bank Indonesia saat pelaksanaan Survei Remitansi Pekerja Migran Indonesia di Kantor BP3TKI Semarang pada pelak

Jakarta, 25/06/2019 Direktorat Pemberdayaan – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Bank Indonesia (BI) menyepakati kerja sama program Survei Remitansi Pekerja Migran Indonesia (SPMI) melalui metode in-depth survey.

SPMI yang dilakukan oleh BNP2TKI dan Bank Indonesia bertujuan untuk memperoleh data statistik yang lengkap, dapat dipercaya, akurat, tepat waktu, dan mudah diakses mengenai pola remitansi PMI dalam rangka penyusunan Neraca Pembayaran Indonesia.

Program SPMI 2019 telah dilaksanakan di 9 wilayah yaitu Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Bali dan Kalimantan Utara dengan total target responden sebanyak 2.500 responden yang terdiri dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang sedang mengikuti pelatihan, PMI yang sedang bekerja dan keluarga PMI. 

Secara teknis, Pengumpulan data pada SPMI dilakukan oleh PT. RAD Utama Riset didampingi oleh BNP2TKI dan BI dengan metode secara terpusat dilakukan di UPT BP3TKI/LP3TKI/P4TKI serta door to door di daerah kantong PMI. Data statistik yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung perumusan dan pengambilan keputusan dalam kebijakan makroekonomi khususnya bidang moneter. Selain itu menjadi bahan kebijakan dalam menyempurnakan infrastruktur remitansi agar lebih mudah murah dan cepat.

Direktur Pemberdayaan, A Gatot Hermawan menyampaikan dalam kegiatannya bahwa “Kerjasama ini dilakukan sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan PMI dan remitansinya. Selain sebagai informasi tentang jenis penggunaan moda/alat dari perhitungan jumlah PMI yang berada di negara penempatan, gaji PMI dan uang yang dikirim oleh PMI ke keluarganya di Indonesia,” tambah Gatot.

Beberapa manfaat yang diperoleh dari kesepakatan Bank Indonesia dan BNP2TKI ini yaitu memperoleh data/informasi terkini mengenai pola remitansi PMI dan untuk memperbaiki estimasi angka nasional terkait inflow workers remittance serta memperoleh gambaran dari dampak aliran remitansi terhadap kegiatan agen remitansi seperti bank, kantor pos, money gram, western Union. Diharapkan para PMI kedepan akan menggunakan jasa/lembaga keuangan formal agar uang yg dikirim lebih aman dan tercatat dalam neraca pembayaran Indonesia. **(Humas/Tha)