Wednesday, 18 September 2019

Berita

Berita Utama

BP3TKI PADANG UPAYAKAN PENINGKATAN MINAT TENAGA KESEHATAN KE LUAR NEGERI

-

00.07 22 July 2019 466

Kepala BP3TKI Padang, Dra. Lismia Elita, MM memberikan dorongan kepada calon tenaga kesehatan agar memanfaatkan peluang luar negeri

BNP2TKI, Padang - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Padang memberikan penyuluhan terkait peluang kerja ke luar negeri khususnya untuk penempatan tenaga kesehatan ke negara Jepang. Puluhan calon tenaga kesehatan dari Politeknik Kesehtan Aisyah Padang hadir dan diberikan perjelasan terkait peluang kerja dan tata cara bekerja aman ke luar negri pada hari Senin, 22 Juli 2019. Upaya ini dilakukan oleh BP3TKI Padang untuk meningkatkan minat calon tenaga kesehatan Indonesia agar dapat melihat peluang kerja luar negeri yang tersedia.

“Jika kita meilihat data Economic Need Test Tenaga Kesehatan Di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI dapat diketahui bahwa tenga akesehatan di Indonesia mengenalami surplus, terutama untuk tenaga perawat. Sehingga tenaga perawat yang diluluksan oleh lembaga pendidikan tidak semuanya terserap di lapanganan pekerjaan di dalam negeri. Peluang kerja di luar negeri perlu dilirik jika ingin tetap berkarir pada bidang ini” ucap Kepala BP3TKI Padang, Dra. Lismia Elita, MM. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut.

Penempatan tenaga kesehatan ke Jepang menjadi peluang yang sangat baik  dengan skema penempatan Goverment To Goverment (G to G). Program yang merupakan kerjasama antara dua negara ini merupakan program pemerintah yang terjamin penempatan dan perlindungannya.  Pelatihan bahasa Jepang pun akan diberikan kepada kandidat yang lolos ujian yang diselenggarakan oleh BNP2TKI setiap tahunnya. Biaya yang ditanggung ketika lulus sebagai ke Jepang tidak lebih dari 1,5 Juta.

Terdapat  dua jabatan untuk tenaga kesehatan di Jepang. Yang pertama adalah jabatan Nurse yang memiliki tugas sebagai perawat di klinik atau rumah sakit di Jepang sehingga yang diprasyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal komulatif 1 (satu ) tahun. Jabatan lainnya adalah careworker yang bertugas untuk melakukan perawat di panti lanjut usia. Untuk jabatan ini tidak disyaratkan pengalaman dan fresh graduated dapat melamar.

“Namun sanagat disayangkan antusias di Sumatera Barat ini sangat sedikit jiak dibandingkan dengan provinisi lain. Pada tahun 2018 saja hanya terdapat 14 orang yang mencoba ujian G to G ke Jepang dari Sumater Barat. Alhamdulillah ada peningkatan dimana ada 19 orang yang mendaftar. Namun, angka tersebut masih sangat kecil” ungkap Lismia,

Antusias tenaga kerja kesehatan asal Sumatera Barat dinilai masih sedikit karena masih kurangnya informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri. Pemikiran bahwa bekerja ke luar negeri tidak aman dan hanya untuk pelaksana rumah tangga masih menjadi stereotype masyarakat. Salah seorang peserta kegiatan mengungkapkan orang tua yang tidak mengizinkan bekerja menjadi kendala saat ingin bekerja ke luar negeri.

“Bagi kita yang ingin berangkat ke luar negeri harus dapat meyakinkan orang sekitarnya terutama orang tua sendiri untuk dapat mengizinkan bekerja ke luar negeri. Itu menjadi tantangan tersendiri, namun kita harus dapat menejlaskan mengenai manfaat yang didapat saat bekerja ke luar negeri nanti. Baik itu dari pengalaman yang belajar mengenai inovasi baru di bidang kesehatan maupun terkait dengan penghasilan yang nanti akan didapatkan.” Ujar Lismia

Selain itu, Kepala BP3TKI Padang juga mengenalkan beberapa program penempatan lain ke Jepang untuk tenaga kesehatan dengan jabatan sebagai careworker atau perawat lanjut usia. Pogram yang bekerjasama atau pihak swasta bernama Ryuugakuse dan Gino Jisshuusei. Para calon tenaga kesehatan akan dilatih dahalu bahasa Jepangnya selama enam bulan, kemudian baru mengikuti seleksi. Namun, biaya yang harus dikeluarkan lebih banyak jika dibandingkan dengan program G to G yang diadakan oleh BNP2TKI. (Humas/bp3tkipadang/dba)