Tuesday, 22 October 2019

Berita

Berita Utama

BP3TKI Tanjungpinang Membantu LP3TKI Surabaya Dalam Fasilitasi Pertemuan Anak PMI Yuliani Chosibah Dengan Keluarganya di Jember

-

00.10 7 October 2019 171

-

Tanjungpinang, BNP2TKI (07/10) - - Yuliani Chosibah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita asal Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, harus kehilangan pekerjaan dan berhadapan dengan permasalahan hukum di Malaysia, anak semata wayangnya, Muhammad Rizki (12), anak PMI Yuliani dan seorang Warga Negara Malaysia harus terlantar sebab tidak mendapat pengakuan oleh keluarga ayah kandungnya.

Yuliani mengadukan permasalahannya kepada pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, ia menitipkan anak kandungnya tersebut untuk diantarkan kepada keluarga besarnya di Jember, Jawa Timur. Jumat (27/9) M. Rizki pun diantarkan ke Tanjungpinang oleh KJRI Johor Bahru dengan status sebagai Warga Negara Indonesia bermasalah, dan dititipkan di shelter RPTC Tanjungpinang.

Keluarga Yuliani membuat pengaduan kepada petugas LP3TKI Surabaya. Ia meminta bantuan kepada BNP2TKI melalui LP3TKI Surabaya untuk dapat membantu permasalahannya dengan memfasilitasi pemulangan M. Rizki kepada pihak keluarga di Jember, lantaran pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk menjemput anak tersebut ke Tanjungpinang.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayan TKI BP3TKI Tanjungpinang, Yohan Mariana. mengatakan untuk dilakukan koordinasi dengan RPTC Tanjungpinang dalam proses penjemputan anak M. Rizki di shelter RPTC. 

Rabu (2/10) Koordinator RPTC Tanjungpinang, Pitter M. Matakena berpesan kepada BP3TKI Tanjungpinang agar dapat meneruskan amanah dari PMI Yuliani agar dapat mengantarkan M. Rizki dan menyerahkannya secara langsung kepada pihak keluarga besar di Jember dengan sebaik-baiknya.

Jumat (4/10), petugas LP3TKI Surabaya datang menjemput M.Rizki yang pada saat itu telah berada di shelter P4TKI Batam. Setelah dilakukan serah terima kepada petugas LP3TKI Surabaya, M.rizki didampingi petugas LP3TKI Surabaya, langsung terbang menuju Surabaya melalui bandara Hang Nadim Kota Batam.

Pihak keluarga Yuliani, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah mulai dari KJRI Johor Bahru, RPTC Kementerian Sosial hingga BNP2TKI melalui BP3TKI Tajungpinang dan LP3TKI Surabaya.

Kepala BP3TKI Tanjungpinang Mangiring Sinaga menyatakan kasus pemulangan anak M. Rizki perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena seorang anak yang terpisah dari keluarganya tentu sangat rentan terutama dari sisi psikologi. Sehingga penanganan terhadap permasalahan ini perlu berhati-hati dan mengutamakan komunikasi bersama instansi-instansi terkait.

 “Apalagi penanganan anak PMI, bukanlah terkait permasalahan ketenagakerjaan yang secara khusus menjadi fokus dari BNP2TKI, sehingga butuh keseriusan dan kehati-hatian dengan senantiasa melakukan komunikasi dan koordinasi bersama instansi terkait” jelas Sinaga. ** (Humas / BP3TKI Tanjungpinang / Irf).