Wednesday, 18 September 2019

Berita

Berita Utama

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BP3TKI Pontianak Sosialisasi Program Pelindungan PMI

-

00.09 6 September 2019 344

Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono saat menghadiri sosialisasi Program Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Pontianak

Pontianak, BNP2TKI (6/9) - - BPJS Ketenagakerjaan kembali lakukan sosialisasi Program Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Pontianak Kalimantan Barat. Dengan menggandeng Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak sebagai mitra pelaksana, kegiatan ini diikuti sekitar 120 orang  yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja di Kalimantan Barat, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Kalimantan Barat, Perusahaan Jasa Angkutan Pontianak Malaysia Brunei, dan Calon PMI.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis (5/9) di Hotel Mercure ini, dihadiri oleh Teguh Hendro Cahyono selaku Deputi Penempatan BNP2TKI, E. Ilyas Lubis selaku Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Cotta Sembiring selaku Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan, dan Ignatius selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat.

Pujiono, selaku Kasubdit Sosialisasi BNP2TKI menyampaikan materi mengenai Gerakan Migran Aman Desa, Erwin Rachmat selaku Kepala BP3TKI Pontianak menyampaikan materi profil penempatan dan pelindungan BP3TKI Pontianak, dan Sandi Gandara menyampaikan materi program BPJS Ketenagakerjaan bagi PMI.

Dalam paparannya Pujiono menjelaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang layak, dan bekerja ke luar negeri merupakan salah satu pilihan yang ada. Namun sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, masyarakat harus siap akan informasi, siap jasmani dan rohani, siap dokumen, dan siap kompetensi.

Sementara itu Erwin Rachmat menjelaskan kinerja BP3TKI Pontianak tahun 2019. Terhitung hingga Agustus, BP3TKI Pontianak telah menempatkan 1.035 PMI  ke berbagai negara diantaranya Malaysia dan Brunei Darussalam. Dari sisi pelindungan, BP3TKI Pontianak telah memfasilitasi pemulangan 2.024 PMI Bermasalah.

Sandi Gandara dalam paparannya menjelaskan manfaat layanan BPJS Ketenagakerjaan bagi PMI diantaranya, bantuan uang bagi PMI yang mengalami PHK akibat kecelakaan kerja, beasiswa pendidikan bagi dua anak sampai perguruan tinggi bagi PMI yang mengalami cacat total atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan ketiga yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya acara serupa telah dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta. Pontianak dipilih menjadi tempat sosialisasi karena Pontianak merupakan salah satu pintu masuk ke Negara penempatan yakni Negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Kami mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang telah melaksanakan kegiatan ini untuk ketiga kalinya. Mudah-mudahan sosialisasi ini tidak berhenti sampai disini. Sosialisasi seperti ini perlu terus dilakukan agar kualitas penempatan dan pelindungan PMI meningkat,”ujar Teguh.

Lebih lanjut Teguh mengatakan para peserta disini diharapkan dapat menyampaikan informasi yang didapat mengenai tata cara bekerja ke luar negeri yang aman kepada para kerabat, saudara, atau kawan di daerahnya.

Dalam kegiatan ini, Teguh sempat berbincang dengan Abdul, salah satu CPMI yang hadir. Dalam perbincangan singkat tersebut diketahui bahwa para CPMI ini belum mengetahui secara detail terkait pekerjaannya di luar negeri. Diharapkan kepada petugas P3MI dapat memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban para CPMI yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

Begitupun sebaliknya, para CPMI harus sadar mengenai hak-hak yang didapat ataupun kewajiban-kewajiban yang harus dikerjakan.

Selain itu, Teguh menyoroti peluang kerja yang ada di berbagai negara seperti Hongkong, Taiwan, Korea, dan Jepang. Peluang kerja bukan hanya ada di Serawak Malaysia namun ada banyak peluang diberbagai negara.

“Seperti halnya di Korea, silahkan para CPMI ini menangkap peluang bekerja disana namun tentunya harus dipersiapkan kompetensinya seperti kemampuan Bahasa Korea”, tutup Teguh *** (BP3TKI Pontianak/AA) editor: F