Wednesday, 18 September 2019

Berita

Berita Utama

Dialog Untukmu Pahlawan Devisa di Radio Lombok FM

-

00.09 10 September 2019 77

Narasumber pada kegiatan Dialog “Untukmu Pahlawan Devisa” di Radio Lombok FM pada Sabtu (07/09/2019)

Lombok, BNP2TKI (07/09/2019) - Bertempat di Radio Lombok FM, BP3TKI Mataram menghadiri  dialog yang digagas oleh Himpunan Buruh Migran Indonesia (HIBMI). Dialog yang juga disiarkan langsung melalui kanal radio tersebut mengambil tema “Untukmu Pahlawan Devisa”. Dialog ini secara khusus membahas Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Kawasan Timur Tengah. Selain BP3TKI Mataram, hadir pula Disnakertrans Kab. Lombok Tengah, Imigrasi Kelas I Mataram, APJATI NTB, LSM Solidaritas Perempuan, dan Perhimpunan Pekerja Migran Arab Saudi.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Mataram, Noerman Adhiguna, SE, MBA, yang mewakili Kepala BP3TKI Mataram menjelaskan, bahwa sampai dengan bulan Juli 2019, sebanyak 12.132 orang PMI sudah diproses melalui 6 Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang berada di Provinsi NTB. Selain itu masih banyak terdapat warga NTB yang berangkat bekerja ke luar negeri secara nonprosedural terutama ke negara di wilayah Timur Tengah.

“Untuk itu diharapkan, kepada masyarakat NTB yang membutuhkan informasi peluang kerja ke luar negeri dapat datang langsung ke LTSA. Sehingga masyarakat NTB, tidak lagi terpengaruh oleh bujuk rayu sponsor yang tidak bertanggung jawab dan menjanjikan bekerja ke luar negeri khususnya negara di wilayah timur tengah namun dilakukan secara nonprosedural,” ujar Noerman.

Sejalan dengan hal tersebut, Lalu M. Sukran dari Disnakertrans Lombok Tengah juga menjelaskan bahwa keberadaan LTSA ini telah menyatukan seluruh layanan instansi di dalam satu tempat, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengurus dokumen ketenagakerjaan sendiri, tidak perlu diuruskan oleh calo atau sponsor.

Sadli dari Perhimpunan Pekerja Migran Arab Saudi menjelaskan, bahwa budaya masyarakat Arab Saudi masih menganggap PMI adalah komoditas yang dapat diperjualbelikan, sehingga sangat beresiko untuk mendapatkan perlakuan kasar dan kekerasan dari majikan.

“Oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat NTB yang akan bekerja ke luar negeri khususnya ke arab saudi dan negara timur tengah agar tidak hanya melihat uang yang di dapat tapi juga mempertimbangkan resiko terutama ketika berangkat ke luar negeri tanpa dokumen atau nonprosedural”, paparnya.

Kedepan acara serupa akan dilaksanakan lebih rutin untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat NTB terkait migrasi aman serta peluang kerja di luar negeri.*** (Humas/BP3TKI Mataram)