Thursday, 12 December 2019

Berita

Berita Utama

LP3TKI Kendari Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Dahlia

-

00.12 2 December 2019 128

-

Kendari, BNP2TKI, (2/12) – Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Kendari kembali memfasilitasi pemulangan Dahlia Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kampobalano Kecamatan. Sawerigadi Kabupaten Muna Barat , Sulawesi Tenggara yang meninggal dunia di negara penempatan Sarawak Malaysia, Jumat, (22/11/2019). PMI Dahlia meninggal dunia dengan penyebab kematian setelah dilakukan autopsi diketahui bahwa Dahlia meninggal karena penyakit gondok beracun.

Jenazah almarhumah dibawah pulang ke Indonesia pada Jumat,(18/11/2019) dengan menggunakan jalan darat dari Miri keperbatasan Tebedu-Entikong ke Pontianak dengan menggunakan kendaraan ambulans. Pada hari yang sama diberangkatkan dari Pontianak ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Airlines. Pada Sabtu, (30/11/2019) dilanjutkan lagi dari Jakarta ke Kendari dan tiba di Cargo Bandara Haluoleo Kendari pukul 09.55 Wita di terima  oleh Kepala Urusan Tata Usaha LP3TKI Kendari, Budianto Setyo Aji, Pengantar Kerja LP3TKI Kendari, Rusli serta Petugas Perlindungan Reskiyanti untuk selanjutnya diantar ke kampung halamannya untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga di Desa Kampobalano Kec. Sawerigadi Kab. Muna Barat  melalui jalur Laut dan difasilitasi oleh LP3TKI Kendari.

 Rusli menyebutkan berdasarkan keterangan dari La Baru yang merupakan suami almarhumah n bahwah ia mendapati istri saya (Dahlia) tidak sadarkan diri di rumah pekerja ladang Libai Niah Sarawak, kemudian saya meminta bantuan dari staf ladang untuk mengantar istri saya pergi ke klinik.  Tiba di Klinik Kesehatan Batu Niah istri saya telah dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter yang bertugas.

 Menurut pengakuan suami almarhumah bahwa Dahlia selama ini mengalami sakit batuk serta bengkak dibagian leher hingga pada akhirnya secara tiba-tiba ditemukan tidak sadarkan diri dan tidak bernapas.

 Lebih lanjut Rusli menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah dan menyampaikan kepada suami almarhumah dan keluarga yang disaksikan langsung oleh Sekertaris Dinas Tenaga Kerja Kab. Muna Barat, Syafrudin dan Kepala Desa Kampobalano, M.Yusuf. 

 Rusli juga menyampaikan jika ingin bekerja ke luar negeri harus melalui jalur penempatan yang resmi supaya keberadaan PMI di luar negeri dapat terlindungi oleh pemerintah karena akhir-akhir ini sudah ada dua orang PMI asal Muna Barat yang dipulangkan dari Malaysia dalam keadaan sudah meninggal dunia, dimana kedua PMI tersebut tidak terdaftar di sistem komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI sehingga dapat dipastikan tidak dapat menuntut asuransi karena berangkatnya tidak resmi. 

Rusli juga menghimbau kepada Kepala Desa Kampobalano jika ada warganya yang ingin bekerja ke luar negeri harus sesuai dengan prosedur supaya ketika ada masalah di luar negeri bisa mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Pihak keluarga almarhumah menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah dan BNP2TKI dalam hal ini LP3TKI Kendari sebagai perpanjangan tangan di Sulawesi Tenggara yang telah memfasilitasi jenazah PMI tersebut sampai ke kampung halaman.***(Huma/LP3TKI Kendari/Umar)