Monday, 19 August 2019

Berita

Berita Utama

Peluang Kerja Semakin Terbuka Luas, Perawat Harus Siapkan Diri

-

00.08 9 August 2019 329

Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak saat memberikan kuliah umum di STIKes Fort De Kock, Bukittinggi, Sumatera Barat (07/08/2019)

Bukittinggi, BNP2TKI (09/08/2019) -- , "Jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat", ujar Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak, dihadapan 100 mahasiswa saat memberikan Kuliah Umum "Peluang Kerja ke Luar Negeri" di STIKes Fort De Kock, Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Rabu (07/08/2019).

 

Tatang mengatakan sebagai generasi milenial, manfaatkan teknologi yang sudah canggih saat ini dengan menambah ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas diri. "Jangan pernah sia-siakan kesempatan, waktu dan anugerah dari Allah. Perbanyak bersyukur, karena tidak semua orang bisa belajar. Dan raihlah apa yang bisa didapatkan di depan mata," tambah Tatang.

 

Dalam kesempatan ini, Tatang juga menjelaskan bahwa peluang kerja bagi tenaga kerja kesehatan khususnya perawat sangat terbuka luas. Karena dampak dari ekonomi global, kebutuhan terhadap tenaga kerja perawat akan semakin meningkat tiap tahunnya. Tidak hanya di negara-negara Asia saja, bahkan Eropa dan Amerika. Tetapi ini butuh kemauan dan kemampuan yang mumpuni untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

 

Tatang menyebutkan ada 4 (empat) tantangan bagi penempatan tenaga kerja kesehatan di luar negeri, pertama adalah faktor bahasa. Perlu adanya peningkatan kompetensi berbahasa. Untuk itu, tenaga medis perlu membiasakan diri menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari dengan teman atau rekan kerja. Kedua, qualification dan professional registration. Dibutuhkan adanya sertifikat Registered Nurse (RN) untuk perawat yang diterima di semua negara dan lisensi untuk dapat bekerja di luar negeri, hal ini yang seringkali menjadi kendala karena tenaga medis belum dilengkapi dengan sertifikat internasional. Ketiga, perbedaan kurikulum pendidikan, sehingga perlu ada kerjasama pendidikan keperawatan dengan negara-negara tujuan penempatan. Keempat, pembiayaan. Perlu adanya dukungan pembiayaan dalam penyiapan dan proses penempatan tenaga kerja kesehatan.

 

Menghadapi tantangan ini, maka diperlukan keseriusan dari semua pihak baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk saling bersinergi dalam menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia khususnya tenaga kerja kesehatan yang kompeten dan profesional melalui penguatan pendidikan, pelatihan tersertifikasi, serta edukasi dan literasi yang masif kepada masyarakat. Karena peluang kerja di luar negeri sangat luas dan semakin meningkat tiap tahunnya, untuk itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

Tatang juga bercerita pengalamannya saat menjadi Duta Besar di Kuwait. “Ada PMI yang sudah bekerja selama 5 tahun bahkan lebih, lalu kembali ke tanah air membangun usaha sendiri, misalnya ada yang membangun Rumah Sakit dari pendapatan bekerja di luar negeri. Dari usahanya itu akhirnya bisa menghasilkan pendapatan miliaran. Jadi bekerja di luar negeri itu ilmunya dapat, penghasilan dapat, dan pulang ke tanah air juga bisa memberikan manfaat bagi sesama”, paparnya.

 

Menutup sesi kuliah umum, Tatang berpesan kepada mahasiswa untuk berhati-hati terhadap pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab dengan meminta biaya-biaya tertentu agar bisa bekerja ke luar negeri. “Hubungi BP3TKI Padang untuk informasi-informasi mengenai peluang kerja dan prosedur kerja yang benar seperti apa. Dan jika ingin bekerja di luar negeri hal utama yang perlu dipersiapkan adalah mental diri sendiri. Karena jika kita tidak bisa menjaga dan mengontrol diri sendiri, maka hal-hal negatif bisa jadi menimpa kita saat bekerja di luar negeri”, tutup Tatang.

 

Kegiatan kuliah umum di STIKes Fort De Kock, Bukittinggi ini telah diawali dengan Rapat Koordinasi  Peningkatan Penempatan PMI Formal/Profesional ke Luar Negeri bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Disnaker provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, BLK, STIKes, APJATI, dan P3MI di Sumatera Barat. Serta Dialog Interaktif di Padang TV pada Senin (05/08/2019) dan dilanjutkan dengan Dialog Interaktif di Radio Classy FM pada Selasa (06/08/2019), dengan Narasumber Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak.

 

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari diseminasi informasi melalui media elektronik terkait Peran Pemerintah Daerah dan Swasta dalam Pengelolaan PMI berdasarkan  Undang-Undang  Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.*** (Humas/SD)