Tuesday, 12 November 2019

Berita

Berita Utama

TAEF: Penguatan Kerjasama Penempatan PMI dengan Taiwan

-

00.10 11 October 2019 298

Sekretaris Utama, Tatang Budie Utama Razak saat berpartisipasi sebagai pembicara The 3rd Yushan Forum 2019 di Taiwan

Taiwan, BNP2TKI (11/10) - - Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Tatang Budie Utama Razak, berpartisipasi sebagai pembicara The 3rd Yushan Forum 2019 yang bertema “Deepening Progressive Partnership in Asia” pada hari Selasa dan Rabu (8-9 Oktober 2019) di Taipei, Taiwan. Forum tingkat regional yang dibuka oleh Presiden Tsai Ing-wen tersebut juga menghadirkan pembicara dan peserta dari Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, India Australia Korea Selatan, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Kyrgyzstan.

The Yushan Forum: Asian Dialogue for Innovation and Progress merupakan forum tahunan yang diselenggarakan oleh Taiwan-Asia Exchange Foundation (TAEF). Yushan forum yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 merupakan sebuah platform dialog regional Asia dengan tujuan memperluas berbagai peluang kerjasama dan menfalisitasi pertukaran ide, bakat, teknologi dan inisiatif sosial. Forum tersebut menghadirkan para pemimpin, pemikir, innovator dan pemimpin muda dari seluruh Asia untuk menyampaikan wawasan, gagasan, dan best practices masing-masing negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa sejak diluncurkannya New Southbond Policy yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Taiwan dengan 18 negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia pada tahun 2016 telah menunjukkan beberapa hasil yang signifikan di bidang pendidikan, perdagangan, investasi, kesehatan dan pariwisata. Melihat potensi ini, diharapkan kerjasama antara Taiwan dengan negara-negara target New Southbond Policy menjadi semakin erat dan saling mengungtungkan di masa depan.

Presiden Tsai Ing-Wen lebih lanjut menegaskan harapannya melalui forum ini dapat dirumuskan blueprint kerjasama menuju kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam sesi panel, Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak menyampaikan paparan mengenai Indonesia – Taiwan Cooperation on Managing of Indonesia Migrant Workers. Berdasarkan data, 38 % dari Pekerja Asing di Taiwan merupakan PMI dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Taiwan. Meski demikian, masih banyak PMI yang mengalami permasalahan. Dengan disahkannya UU No. 18 Tahun 2017 yang mengubah secara fundamental tata kelola TKI, maka Indonesia akan melakukan re-visit dan review MoU antara Indonesia dan Taiwan terkait pelindungan PMI serta mengusulkan pembentukan Joint Task Force Indonesia – Taiwan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menangani dan menyelesaikan secara cepat berbagai permasalahan serta dinamika yang terjadi di lapangan.

Sekretaris Utama juga mempromosikan skema SP2T sebagai zero cost untuk mencegah praktek eksploitasi oleh agency dan P3MI selama ini.

Melalui partisipasi aktif pada Yushan Forum ini, Indonesia berkesempatan mempromosikan keunggulan Sumber Daya Nasional (SDM) dimana kualitas PMI telah turut berperan penting terhadap kemajuan perekonomian di Taiwan.

Disela-sela pertemuan Yushan Forum tersebut, beberapa pembicara diundang secara khusus ke kantor Presiden dan melakukan dialog. Pada kesempatan tersebut, Sestama menyampaikan mengenai perkembangan di Indonesia termasuk kebijakan baru dalam pelindungan PMI sesuai UU Nomor 18 tahun 2017. Sestama menggarisbawahi peran PMI di Taiwan yang jumlahnya lebih dari 270.000 orang atau 38 % dari tenaga kerja asing di Taiwan telah memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi di Taiwan. Untuk itu dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan agar sustain, perlunya review dan re-visit sehubungan adanya kebijakan baru di Indonesia dan kebijakan baru di Taiwan mengenai skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T).

Sestama juga mengusulkan perlunya Joint Task Force untuk menyelesaikan berbagai dinamika yang ada di lapangan. Dalam kesempatan tersebut Sestama menyampaikan terima kasih atas penerimaan PMI di Taiwan secara baik serta diberikannya kesempatan secara legal untuk komunitas Islam Indonesia melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Presiden Tsai Ing wen menyampaikan terima kasih dengan kehadiran PMI yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi Taiwan dan menyatakan kepuasannya terhadap PMI yang dinilainya sebagai pekerja keras, santun dan disiplin. **** (HUMAS)

Selanjutnya

FAQ SSW Jepang