RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Rio, Pengusaha PPTKIS Mataram: Gaji TKI Tinggi Harga Mati

Cetak
Senin, 22 Juni 2009 14:00



Image
“Saya harus pastikan bahwa saya kenal dengan majikan dan soal gaji yang tinggi itu harga mati,” ungkap Rio yang mematok gaji kepada majikan di mana untuk pekerja kebun 25 Ringgit (Rp 75.000) per hari, 35 Ringgit (Rp 105.000) per hari untuk tenaga konstruksi, dan landscapping 25-35 Ringgit. Sambung Rio: "LTSP Mataram merupakan bukti koordinasi yang bagus antara BNP2TKI, pemerintah daerah dan seluruh kepentingan terkait baik swasta maupun pemerintah.”
Rio, Pengusaha PPTKIS Mataram: Gaji TKI Tinggi Harga Mati

Mataram, BNP2TKI (15/6) Muda kaya raya tua hidup bahagia sepertinya menjadi milik Rio Dana Putra. Presiden Direktur PT Bulkas Mitra Sarana yang kantor pusatnya beroperasi di Lombok. Di dunia pengiriman tenaga kerja, Rio memang masih pendatang baru.

Dibandingkan dengan usia Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang hampir 3 tahun, usaha Rio yang didirikan 3 orang saudaranya, Idfar Dinar Danas (kakak), dan Edmon Trompil Pitopan. Usaha Rio ternyata baru setengah usia BNP2TKI.

Untuk ukuran Kepala Cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), rata-rata di atas 40 tahun. Rio sendiri baru mau 30 tahun dan masih single. Meski PT-nya masih bau kencur, istilah orang Jakarta, namun pengalamannya menggeluti dunia yang penuh mafia trafficking ini ternyata sudah lebih dari 1 dekade.

Ditemui di sela-sela Rapat Regional (Rakoreg) BNP2TKI di Hotel Jayakarta, Mataram, Rio mengaku dalam menjalani bisnis ia mempunyai prinsip sederhana: Boleh cari makan di TKI, tapi jangan makan TKI. “Bisa kualat nanti,” katanya.

Berpegang pada prinsip bisnis itu, Rio, putra Minang yang hijrah ke Mataram sejak 9 tahun lalu optimistis mampu bersaing dengan para pebisnis di dunia TKI yang sudah lebih lama malang-melintang.

Sebagai pendatang baru dalam penempatan TKI, PT Bulkas mempunyai komitmen yang kuat untuk menempatkan TKI semi skill (formal) ke manca negara. Meski baru 1,5 tahun berkiprah, Rio berusaha secara rutin sebulan sekali ke negeri Jiran untuk meninjau dan memonitor keberadaan TKI-nya.

“Sesuai prosedur yang berlaku, kami melaporkan secara berkala ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia tentang penempatan TKI yang kami tempatkan,” ujar Rio seraya mengatakan hingga kini sudah ada 1.500 orang atau rata-rata 100 orang TKI per bulan yang diberangkatkannya.

PT Bulkas selama ini hanya menempatkan TKI pria ke sektor formal, perkebunan, konstruksi, dan landscaping.

Dalam soal gaji, Rio cukup selektif untuk menego pihak majikan sebelum TKI ditempatkan. Rata-rata gaji TKI yang ditempatkannya langsung ke majikan lebih tinggi didapatkan daripada ditempatkan lewat majikan.

Menurut Rio, dengan langsung melakukan negosiasi ke majikan, peluang untuk menaikkan gaji yang tinggi lebih mudah tercapai daripada melalui agensi yang banyak potongan, dan pada akhirnya akan mengurangai gaji yang akan didapat TKI.

“Saya harus pastikan bahwa saya kenal dengan majikan dan soal gaji yang tinggi itu harga mati,” ungkap Rio yang mematok gaji kepada majikan di mana untuk pekerja kebun 25 Ringgit (Rp 75.000) per hari, 35 Ringgit (Rp 105.000) per hari untuk tenaga konstruksi, dan landscapping 25-35 Ringgit.

Ketika ditanya soal terbentuknya Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) di Nusa Tenggara Barat, ia melihat LTSP ini selain telah memberi kepastian hukum bagi PPTKIS, LTSP ini juga dirasakan memberi pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan aman.

“LTSP Mataram merupakan bukti koordinasi yang bagus antara BNP2TKI, pemerintah daerah dan seluruh kepentingan terkait baik swasta maupun pemerintah,” aku Rio jujur.

Ia menambahkan, LTSP Mataram merupakan terobosan mutakhir bagi penempatan TKI ke mancanegara. Dengan adanya LTSP ini, ia telah menghemat tidak hanya biaya tapi juga meminimalisir peran calo atau sponsor yang selama ini merupakan parasit bagi rekruitmen TKI. (zul)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com