RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Gaji TKI Di Australia Capai Rp 30 - 40 Juta

Cetak
Selasa, 21 Juli 2009 12:39



Image
Selain membuka peluang besar untuk TKI, menurut Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, pemerintah Australia juga menawarkan gaji yang cukup tinggi kepada tenaga kerja asing. Seperti gaji untuk TKI pada sektor peternakan sapi mencapai Rp 24-30 juta per bulan. Selanjutnya, Jumhur mengingatkan, secara skill TKI yang bekerja di Australia sudah tidak diragukan lagi. Para TKI yang bekerja disana sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang baik. "Sebelum berangkat, calon tenaga kerja ini akan dilatih bahasa Inggris dahulu. Mereka dilatih sekitar 3 sampai 6 bulan."
Gaji TKI Di Australia Capai Rp 30 - 40 Juta

Jakarta, BNP2TKI (21/7) Jalinan kerjasama Indonesia Australia dalam penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telah terbuka lebar. Saat ini, Australia banyak membutuhkan tenaga kerja asing untuk ditempatkan pada sektor peternakan sapi, Informasi Teknologi (IT), perawat dan jasa keamanan. Tidak tanggung-tanggung, gaji yang ditawarkan pemerintah Australia cukup tinggi yaitu Rp 24-30 juta per bulan.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh. Jumhur Hidayat mengatakan beberapa waktu lalu pemerintah dalam hal ini BNP2TKI telah mengirim delegasi promosi TKI ke Australia.

“Hasil dari delegasi itu adalah membuka peluang kerja sama dalam penempatan TKI antara Indonesia dan Australia. Peluangnya sangat besar untuk tenaga kerja skill dan non skill,” ujar Jumhur saat wawancara dengan TVRI di ruangan kerjanya, Selasa (21/7) siang.

Selain membuka peluang besar untuk TKI, menurut Jumhur, pemerintah Australia juga menawarkan gaji yang cukup tinggi kepada tenaga kerja asing. Seperti gaji untuk TKI pada sektor peternakan sapi mencapai Rp 24-30 juta per bulan.

“Gaji tersebut terbilang tinggi, pada sektor penternakan sapi seperti penggemukan, pemotongan dan pengalengan mencapai Rp 24 juta. Bila sampai lembur mencapai Rp 30 juta. Sedangkan gaji untuk perawat di Australia mencapai Rp 40 juta. Tidak hanya itu pada beberapa sektor kerja lainnya, Australia juga memberikan gaji cukup baik,” papar Kepala BNP2TKI.

Menurut Jumhur, saat ini pemerintah di Australia menyediakan kuota sebanyak 200-300 orang untuk tenaga perawat. Pada sektor industri peternakan sapi tersedia kuota 1.000 orang, sedangkan sektor jasa keamanan atau Satpam dibutuhkan sekitar 200 orang tenaga kerja.

“Terbukanya peluang kerjasama dalam penempatan TKI di Australia juga disambut baik oleh Asosiasi Peternakan Sapi. Apalagi peternakan dan pemotongan sapi disana akan menggunakan sertifikat halal, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja dari Indonesia,” sambungnya.

Jumhur mengingatkan, secara skill TKI yang bekerja di Australia sudah tidak diragukan lagi. Para TKI yang bekerja disana sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang baik. “Sebelum berangkat, calon tenaga kerja ini akan dilatih bahasa Inggris dahulu. Mereka dilatih sekitar 3 sampai 6 bulan,” katanya (hp)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com