RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Belum Bisa Tertibkan PJTKI

Cetak
Senin, 03 Mei 2010 14:33



Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat
...Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan bahwa, Dualisme itu bermula munculnya Peraturan Menakertrans nomor 22 Tahun 2008 yang kemudian dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Agung setelah diuji materi karena peraturan itu bertentangan dengan UU Nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri dan Peraturan Presiden Nomor 81/2006 tentang BNP2TKI.

BNP2TKI Belum Bisa Tertibkan PJTKI

Cisarua, Sabtu (3/5)-- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyampaikan permohonan maaf karena sampai saat ini belum bisa menertibkan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

"Saya mohon maaf belum bisa menertibkan PJTKI karena adanya dualisme urusan TKI," kata Jumhur saat berdialog dngan sejumlah organisasi kemasyarakatan keagamaan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5).

Dualisme penanganan TKI antara BNP2TKI dan Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menurut Jumhur, telah menyebabkan terjadinya pengurangan kewenangan BNP2TKI dalam urusan penempatan dan perlindungan TKI.

Dualisme itu bermula munculnya Peraturan Menakertrans nomor 22 Tahun 2008 yang kemudian dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Agung setelah diuji materi karena peraturan itu bertentangan dengan UU Nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri dan Peraturan Presiden Nomor 81/2006 tentang BNP2TKI.

Beberapa waktu kemudian Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut peraturan nomor 22 itu dengan Peraturan Menteri nomor 15 Tahun 2009 tetapi membuat kembali tiga peraturan nomor 16, 17, dan 18 yang isinya sama dengan peraturan nomor 22 yang telah dicabut.

"Kalau dahulu perusahaan jasa TKI begitu sekali ditelepon atau bahkan sebelum ditelepon oleh BNP2TKI sudah datang karena takut tetapi sekarang ditelepon 1.000 kali pun tidak datang karena mereka merasa tidak ada urusan dengan BNP2TKI," kata Jumhur mencontohkan dampak dualisme itu.**(ARW)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com