RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Ada 159 'Bayi Haram' TKI di Saudi

Cetak
Selasa, 11 Mei 2010 04:56



Ada 159 'Bayi Haram' TKI di Saudi

Riyadh, BNP2TKI (10/05) -- Para diplomat Indonesia di Saudi resah, karena semakin banyak kasus penganiayaan terhadap para tenaga kerja Indonesia (TKI) wanita atau perempuan. Salah satu misi diplomatik yang dilakukan sekarang adalah, menyelesaikan kasus 56 bayi yang dilahirkan para TKI di luar pernikahan alias anak haram, yang sebagian besar berada di safe house (penampungan) atau di berbagai penjara di Saudi.

“Sebagian besar TKI yang melahirkan anak di Saudi Arabia diperkosa oleh majikan-majikan mereka atau sesama pekerja migran dari negara Asia lain,” ujar Hendrar Pramudya, dari KBRI di Riyadh, seperti dilansir Arab News, Jumat pekan lalu.

Menurutnya, sejumlah besar kejahatan seksual yang dialami para TKI telah dilaporkan sepanjang tahun 2009 dan 2010. “Sepanjang tahun 2009 sebanyak 159 bayi dilahirkan TKI di Saudi Arabia merupakan hasil perkosaan oleh sesama pekerja migran atau hubungan suka sama suka,” tutur Pramudyo.

Dia menyatakan keprihatinannya, lantaran ada tren peningkatan jumlah pelecehan seksual yang dilaporkan, dan jumlah bayi yang dilahirkan di luar pernikahan resmi. Pramudya menyatakan, kebanyakan para pemerkosa tidak mendapat hukuman dengan alasan kurangnya bukti.

Dia mengimbau pihak berwenang kedua negara untuk bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya para TKI bidang penata laksana rumah tangga (PLRT). Pramudya membenarkan, bahwa di Jakarta sudah didirikan tempat penampungan bayi-bayi TKI yang kembali ke Tanah Air.

Di Saudi Arabia, banyak TKI yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kasus, TKI yang hamil bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Tidak jarang mereka dideportasi sebelum si bayi dilahirkan, meskipun identitas pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com