RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Standar Gaji TKI di Serawak Naik

Cetak
Jumat, 16 Juli 2010 22:37



Standar Gaji TKI di Serawak Naik

Kuching, Malaysia, BNP2TKI (16/7) -- Asosiasi Pengusaha Perkayuan Serawak, Malaysia atau Sarawak Timber Association (STA) mulai 1 Juli lalu setuju menaikkan standar upah gaji minimum untuk TKI dari RM10 perhari (Rp 30.000) menjadi RM 12 per hari (Rp 36000), atau sebesat 20 persen dari gaji pokok TKI sebelumnya.

Demikian informasi yang keluarkan oleh Konsulat Jenderal RI Kuching, Sarawak, Malaysia, Kamis (15/7). Kenaikan upah ini merupakan hasil kesepakatan antara STA dan KJRI Kuching pada 31 Maret 2010.

Kesepakatan lainnya STA juga akan melakukan study kelayakan upah TKI sebagai bahan referensi pengambilan kebijaksanaan penyesuaian gaji selanjutnya. Study tersebut dilakukan oleh Institut Pendidikan Curtinuniversity secara independen, dan dilakukan selama 6 bulan.

Selain sektor perkayuan , KJRI Kuching juga telah menetapkan standar upah gaji minimum untuk sektor perkebunan sawit dari RM 14 (Rp 42.000) per hari menjadi RM 19 (Rp 57.000) per hari. Pada sektor pekerja informal yaitu PRT (pembantu rumah tangga) sejak Oktober 2009, KJRI Kuching telah menetapkan standar upah minimal untuk PRT sebesar RM 450 (Rp 1.350.000) per bulan.

Upaya KJRI ini didasari oleh semangat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan TKI yang bekerja di wilayah Sarawak, Malaysia, yang berjumlah sekitar 200 ribu orang. Dari jumlah ini 60 persen bekerja di perkebunan sawit, 25 persen bekerja di perkayuan, 15 persen bekerja di sektor lain termasuk PRT.

Dengan kenaikan standar upah gaji yang baru maka diperkirakan terjadi peningkatan pemasukan devisa dari TKI yang bekerja di sektor perkayuan sebesar RM 30 juta per tahun, ini belum dihitung dari pendapatan lembur yang didapat TKI. Dari sektor perkebunan devisa yang didapat sebesar RM172,5 juta. (ARW)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com