RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Sirajudin, Sukses Bisnis TV Kabel Berkat Korea

Cetak
Jumat, 31 Desember 2010 04:41



Sirajudin
Sirajudin mengaku memang belum lama menggeluti bisnis tersebut, pada Februari 2010 Sirajudin baru memulai usahanya tersebut. Karena masih bekerja di Korea, ia mempercayakan bisnisnya kepada Fatimah istrinya. “Sekarang usaha TV kabel itu dikelola oleh istri saya. Dia yang mengaturnya, dengan bantuan 3 karyawan yang mengoperasikan semuanya,” papar Sirajudin, yang mengaku memakai lisensi TV kabel Matrix untuk usahanya itu.

Sirajudin, Sukses Bisnis TV Kabel Berkat Korea

Jakarta, BNP2TKI (30/12) -- Kendati masih bekerja di Korea sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) formal, Sirajudin (30) sudah selangkah lebih maju. Sambil bekerja ia terus mengembangkan bisnis Televisi (TV) Kabel.

Sekarang bisnis TV kabel Sirajudin sudah memiliki 300 pelanggan lebih. Setiap bulan Sirajudin memperoleh untung bersih sekitar Rp 2,5 juta.

Pada Februari 2008, Sirajudin pergi bekerja ke Korea Selatan (Korsel) sebagi TKI. Ia bekerja di pabrik peleburan ulang plastik, Sirajudin bekerja di Korea melalui program Government To Government (G to G) BNP2TKI.

“Saya menyempatkan cuti kerja untuk pulang dulu. Saya ingin ketemu dengan keluarga sekaligus melihat bisnis TV kabel ini,” papar Sirajudin beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Bima, 20 September 1980 ini mengaku selama bekerja di Korea mendapat gaji sebasar Rp 8 juta setiap bulannya. Dan jika ada kerja lembur perbulannya ia bisa memperoleh gaji sebesar RP 10 juta.

“Saya tidak setiap bulan kirim uang ke istri, dalam setahun saya biasa kirim 3 kali. Dari kiriman tersebut memang tidak dipakai semua, lebihnya saya pakai untuk buat usaha TV kabel,” jelasnya.

Ia mengaku memang belum lama menggeluti bisnis tersebut, pada Februari 2010 Sirajudin baru memulai usahanya tersebut. Karena masih bekerja di Korea, ia mempercayakan bisnisnya kepada Fatimah istrinya.

“Sekarang usaha TV kabel itu dikelola oleh istri saya. Dia yang mengaturnya, dengan bantuan 3 karyawan yang mengoperasikan semuanya,” papar Sirajudin, yang mengaku memakai lisensi TV kabel Matrix untuk usahanya itu.

300 Lebih Pelanggan

Meski belum lama berdiri, sekarang pelanggan TV kabel Sirajudin sudah mencapai 300 lebih. Ia mengatakan pelanggan tersebut masih tersebar di dua desa, yaitu desa Tambe dan Rato, Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Dalam sebulan saya dapat untung bersih Rp 2,5 juta, itu sudah dipotong dengan gaji tiga pegawai. Setiap bulan saya membayar pegawai Rp 250 ribu perorangnya,” jelasnya

Ditambahkan Sirajudin, masih banyak pelanggan yang ingin memasang TV kabel di desanya. Ia memperkirakan sampai akhir 2010 bisa memiliki 500 pelanggan untuk TV kabelnya.

“Sekarang dari keuntungan bisnis itu saya sudah bisa membeli kerbau dan selebihnya ditabung. Selain itu, saya tidak mengirim uang dulu ke istri. Untuk keperluan bulanannya, istri saya sementara memakai uang dari untung TV kabel itu. Uang dari Korea saya tabung dulu untuk bisnis lain,” jelasnya.

Pada Februari 2011kontrak kerja Sahrudin akan selesai. Ia mengaku akan terus mengembangkan bisnis TV kabelnya tersebut di daerahnya Bima, NTB.***hapipi

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com