RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

1.500 TKI Banyuwangi Masih Tertahan di Mesir

Cetak
Selasa, 08 Pebruari 2011 04:57



Pada bagian lain, terkait kasus TKI di negara lainnya, Cak Imin memastikan sudah menutup tiga kran (moratorium) negara penerima TKI wanita, yakni Yordania, Kuwait dan Malaysia. ”Di tiga negara ini yang paling banyak menimpa kasus TKI wanita,” kata Muhaimin, di Banyuwangi, Minggu (6/2). Selain itu, pemerintah juga menutup 100 PJTKI atau Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dari 500 perusahaan yang ada. Sejumlah perusahaan asuransi juga dibekukan, karena mengemplang dana tunjangan TKI

1.500 TKI Banyuwangi Masih Tertahan di Mesir

Banyuwangi, BNP2TKI (07/02) -- Sebanyak 1.500 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih tertahan di Mesir. Hal ini disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), A Muhaimin Iskandar, saat berdialog dengan mantan TKI di Dusun Sumber Jeruk, Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, terkait memanasnya kondisi Mesir saat ini.

Menurut Muhaimin Iskandar dari jumlah tersebut sebagian besar adalah TKI wanita. Mereka bekerja di sektor rumah tangga atau penata laksana rumah tangga (PLRT) dan sisanya di perhotelan.

Seluruh TKI itu, kata Cak Imin – sapaan akrab A. Muhaimin Iskandar – sekarang masih dalam proses identifikasi dan diserukan segera pulang ke Indonesia. Ia mengaku, bisa bernafas lega terkait keamanan nasib para TKI tersebut.

Sebab, sebut Cak Imin, keberadaan mereka masih jauh dari lokasi kerusuhan. Bahkan, ada sejumlah TKI yang justru aman dari gelombang aksi kerusuhan warga Mesir. Namun pemerintah tetap mengimbau mereka untuk segera pulang agar keluarga masing-masing tidak resah.

Pada bagian lain, terkait kasus TKI di negara lainnya, Cak Imin memastikan sudah menutup tiga kran (moratorium) negara penerima TKI wanita, yakni Yordania, Kuwait dan Malaysia. ”Di tiga negara ini yang paling banyak menimpa kasus TKI wanita,” kata Muhaimin, di Banyuwangi, Minggu (6/2).

Selain itu, pemerintah juga menutup 100 PJTKI atau Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dari 500 perusahaan yang ada. Sejumlah perusahaan asuransi juga dibekukan, karena mengemplang dana tunjangan TKI.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com