RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Mulai, Pembangunan Rumah Peduli Anak TKI

Cetak
Senin, 14 Maret 2011 17:25



“Sebelum ada RPATKI banyak anak-anak TKI yang jadi korban traffikicing, Ke depan, penelantaran dan jual beli anak TKI tidak boleh lagi terjadi,” pinta Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat ketika memberikan sambutan pada peletakan batu pertama RPA TKI. Menurut Jumhur, RPATKI adalah program yang bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak bangsa khususnya anak-anak TKI yang terlantar. RPATKI beroperasi di bawah Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS) dan Yayasan Puri Cikeas dan bekerjasama dengan BNP2TKI dan Kementrial Sosial. Selain itu, juga akan dibangun Rumah Ketrampilan untuk masyarakat sekitar Cikeas dan Bogor pada umumnya. Hingga kini sudah banyak pihak-pihak yang bersedia turut membantu pengembangan pelatihan seperti Pertamina, Adhi Karya dan pihak lainnya.

Cikeas, BNP2TKI (14/3) - Guna mengantisipasi kemungkinan maraknya anak-anak telantar korban perdagangan manusia (trafficking), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama-sama Yayasan Puri Cikeas, Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS) dan Kementerian Sosial, mulai mewujudkan pembangunan Rumah Peduli Anak TKI (RPA TKI), di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peletakan batu pertama pembangunan RPA TKI secara simbolis dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, Ketua GNKS Suratto Siswidihardjo, dan Sekda Jabar Leks Laksamana, di Cikeas, Minggu (13/3).

RPATKI dibangun di atas tanah seluas 4.500 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hibah dari Ketua Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS), Suratto Siswidihardjo. Rencananya, selain RPA TKI, akan dibangun Rumah Ketrampilan dan kini juga sudah hampir rampung bangunan Puskesmas di kompleks lahan tersebut.

“Sebelum ada RPATKI banyak anak-anak TKI yang jadi korban traffikicing, Ke depan, penelantaran dan jual beli anak TKI tidak boleh lagi terjadi,” pinta Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat ketika memberikan sambutan pada peletakan batu pertama RPA TKI.

Menurut Jumhur, RPATKI adalah program yang bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak bangsa khususnya anak-anak TKI yang terlantar. RPATKI beroperasi di bawah Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS) dan Yayasan Puri Cikeas dan bekerjasama dengan BNP2TKI dan Kementrial Sosial.

RPATKI, kata Jumhur menjadi “shelter” sementara sebelum bayi tersebut dikelola oleh orangtuanya kembali atau ditempatkan kepada pihak-pihak yang secara hukum bisa menjamin keselamatan dan masa depan anak tersebut.

Jumhur mengakui, bahwa sebelum ada RPA TKI, banyak anak-anak TKI yang terlantar akibat orangtuanya bermasalah. Puluhan tahun anak-anak TKI ini terlantar dan tak ada yang urus. Bahkan, anak-anak TKI ini banyak yang diperjualbelikan dan menjadi korban tranffiking.

“Pembangunan RPA TKI merupakan pekerjaan mulia. Dan tanah yang dihibahkan Ketua GNKS, Pak Suratto semoga menjadi jalan amalan beliau ke surga,” do’a Jumhur.

Sejak berdiri bulan April 2009 RPA TKI telah mengelola lebih dari 10 bayi yang memiliki orangtua bermasalah. Mulai dari diperkosa majikan, hubungan tanpa nikah sesama TKI, diperkosa di penjara, terancam dibunuh oleh suami yang secara resmi di tanah air sampai dengan terpaksa menjual diri karena kehabisan biaya.

Pada kesempatan itu, Ketua GNKS menambahkan bahwa kelak RPA TKI ini bisa menampung 35 orang. Bayi-bayi yang tidak siap dibawa orangtuanya bisa ditampung di sini hingga 3-6 bulan. Setelah masa itu, orangtuanya bisa mengambil bayinya, atau jika tidak diperkenan pemerintah akan memfasilitasi para calon orangtua untuk mengadopsi.

Selain RPA TKI, Suratto menjelaskan juga telah hampir rampung Rumah Sehat atau Puskesmas untuk anak-anak TKI dan masyarakat sekitar, Jadi, bagi anak-anak TKI yang memerlukan perawatan kesehatan mereka bisa dirawat di sini.

Selain itu, juga akan dibangun Rumah Ketrampilan untuk masyarakat sekitar Cikeas dan Bogor pada umumnya. Hingga kini sudah banyak pihak-pihak yang bersedia turut membantu pengembangan pelatihan seperti Pertamina, Adhi Karya dan pihak lainnya.

“Bagi alumni Rumah Ketrampilan ini nanti bisa kita siapkan untuk didiik menjadi TKI,” pinta Suratto kepada Kepala BNP3TKI. (zul)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com