RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Jumhur: 2.927 WNI/TKI Overstay Jeddah Dipulangkan dengan Kapal Pelni

Cetak
Senin, 28 Maret 2011 14:58



"Setelah pemulangan 5.000 WNI/TKI dalam 7 gelombang ini, pemerintah akan mengagendakan tahap selanjutnya untuk pemulangan sejumlah ribuan lagi WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah ke tanah air," ungkap Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat. Sementara gelombang pemulangan WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah dimulai sejak Senin (14/2) sebanyak 301 WNI/TKI, disusul gelombang II pada Jumat (18/2) 335 orang, gelombang III, Kamis (24/2) dengan 350 orang, gelombang IV pada Senin (28/2) 415 orang, gelombang V pada Rabu (9/3) 305 WNI/TKI, serta gelombang VI, Sabtu (19/3) untuk 367 WNI/TKI. Para WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah itu, sesuai pendataan BNP2TKI umumnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil dari Sumatera Selatan, Jakarta, dan Yogyakarta.

Jakarta, BNP2TKI (28/3) - Pemerintah akan memulangkan sekaligus 2.927 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah, Arab Saudi dalam gelombang VII menggunakan Kapal Motor (KM) Labobar milik Pelni pada 25 April mendatang. Jumlah itu merupakan sisa dari 5.000 orang yang mendapatkan pengampunan (amnesti) dari Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Senin (28/3), pemerintah sebelumnya juga memulangkan 2.073 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dalam 6 (enam) gelombang penerbangan dari Jeddah ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Pemulangan 2.927 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah dengan KM Labobar milik PT Pelni ini sempat disinggung dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Kamis (24/3) lalu," kata Jumhur.

Sebelum dipulangkan ke tanah air, 5.000 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah itu sebagian pernah menghuni kolong jembatan Khandara, Jeddah, kemudian ada ditampung di Tarhil (penampungan kantor Imigrasi Jeddah) dan sebagian besar berada di Gedung Madinatul Hujjat, Jeddah (bekas asrama haji yang dulu digunakan jemaah haji Indonesia, dan sekarang tidak digunakan lagi) untuk proses pembebasan denda dan exit permit.

"Gedung Madinatul Hujjat bisa menampung 5.000 orang yang letaknya bersebelahan dengan Tarhil dan kini hanya diisi oleh para WNI/TKI overstay untuk proses pendataan kepulangan melalui pembebasan denda serta exit permit," ujar Jumhur.

KM Labobar milik PT Pelni yang akan mengangkut pemulangan 2.927 WNI/TKI Overstaye dan TKI Bermasalah berkapasitas 3.080 penumpang, berangkat dari Jakarta menuju Jeddah pada Minggu (10/4) dan akan tiba di Pelabuhan Jeddah pada Rabu (21/4).

Setelah bersandar di dok sampai diisi 2.927 penumpang WNI/TKI selama 4 hari, KM Labobar kembali ke Jakarta pada Senin (25/4) dengan waktu tempuh 12 hari atau lebih lama 1 hari dari waktu tempuh Jakarta-Jeddah, karena harus mengisi bahan bakar dan kebutuhan logistik di pelabuhan salah satu negara selama 1 hari.

"Selanjutnya setibanya di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta, petugas BNP2TKI akan melakukan pendataan dan membantu mengantar mereka ke daerah asal masing-masing WNI/TKI tersebut," katanya.

Pemulangan 2.927 WNI/TKI Overstaye dan TKI Bermasalah dengan KM Labobar itu, lanjut Jumhur, membutuhkan biaya sebesar Rp 24,5 M yang keseluruhannya ditanggung pemerintah. Adapun penanganan di lapangan melibatkan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), dan BNP2TKI.

"Jadi, sama seperti pemulangan gelombang I sampai VI yang juga dibiayai penuh oleh pemerintah serta melibatkan empat institusi tersebut," jelasnya, lagi.

Ditambahkan, di seluruh Arab Saudi kini ada sekitar 40-50 ribu WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah. Dari jumlah itu yang ada di Jeddah saja lebih 25 ribu orang, akibat adanya arus WNI/TKI dari tempat lain di Arab Saudi yang terkonsentrasi ke Jeddah.

"Setelah pemulangan 5.000 WNI/TKI dalam 7 gelombang ini, pemerintah akan mengagendakan tahap selanjutnya untuk pemulangan sejumlah ribuan lagi WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah ke tanah air," ungkapnya.

Dengan demikian, katanya, pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan amnesti dari pemerintah Arab Saudi dalam bentuk pembebasan denda maupun kemudahan proses exit permit terhadap ribuan WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah di luar 5.000 WNI/TKI Overstay yang sudah dipulangkan sampai April depan.

Para WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah di luar 5.000 itu, saat ini tersebar di beberapa kota Arab Saudi dan juga di Jeddah tapi tidak di penampungan Madinatul Hujjat atau Tarhil.

Sementara gelombang pemulangan WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah dimulai sejak Senin (14/2) sebanyak 301 WNI/TKI, disusul gelombang II pada Jumat (18/2) 335 orang, gelombang III, Kamis (24/2) dengan 350 orang, gelombang IV pada Senin (28/2) 415 orang, gelombang V pada Rabu (9/3) 305 WNI/TKI, serta gelombang VI, Sabtu (19/3) untuk 367 WNI/TKI.

Para WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah itu, sesuai pendataan BNP2TKI umumnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil dari Sumatera Selatan, Jakarta, dan Yogyakarta. ***

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com