RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Perkuat Pemberdayaan TKI BP3TKI Jakarta Adakan Kegiatan Edukasi Perbankan

Cetak
Kamis, 05 Mei 2011 16:18



"Para wirausaha TKI Purna binaan BP3TKI Jakarta umumnya bergerak dibidang riteil, kuliner, handicraft, dan lain-lainnya. Bahkan, makanan ringan yang disajikan hari ini merupakan hasil buatan TKI Purna," tutur Delta seraya menambakan ada TKI Purna yang meminta warung makanan di kantor BP3TKI Jakarta yang memiliki lahan yang luas.

Jakarta, BNP2TKI (5/5) Mengumpulkan modal usaha dengan jalan bekerja di luar negeri adalah cara yang cepat dan tepat. Apalagi, bila dibandingkan bekerja di dalam negeri pada profesi yang sama, pendapatan yang didapat bekerja di luar negeri tentu akan sangat jauh berbeda.

Sebagai motivator ekonomi keluarga dan masyarakat, Calon TKI, TKI, Keluarga dan TKI Purna Penempatan diharapkan mampu mengelola pendapatan yang didapat sebaik-baiknya. Dengan memahami pengelolaan remitansi, CTKI, TKI dan Keluarganya dapat mengoptimalkan gajinya untuk kegiatan ekonomi produktif nantinya.

Demikian disampaikan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta. Delta, SH, MM ketika member sambutan sekaligus membuka Kegiatan "Edukasi Perbankan dalam rangka Pengelolaan Remitansi Untuk Kegiatan Produktif di Gedung Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (5/5).

Kegiatan Edukasi Perbankan yang berlangsung sehari ini mengundang nara sumber yaitu Atase Tenaga Kerja KBRI Riyadh, Mustafa Kamal, 2 orang instruktur dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Sri Mulyani dan Sri Andayani mengupas soal Mengelola Keuangan, Seksi Perlindungan BP3TKI Jakarta soal Asuransi.

Dari mitra kerja BP3TKI, Fleming Hardiyanto dari Divisi Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengulas soal Mengelola Pinjaman, dan Damayanti dari Divisi Bisnis Internasional BRI akan mengulas soal Sesi Mengirim dan Menerima Uang Kiriman. dan 2 orang pemantau dari Bank Dunia (World Bank) serta 1 orang, Marifah, pendamping TKI dari Jakarta Utara.

Menurut Delta, sejak tahun 2009 hingga kini BP3TKI Jakarta sudah melakukan pembinaan terhadap 140 TKI asal Jakarta dan sekitarnya. Pembinaan yang dilakukan mulai dari pelatihan kewirausahaan teori dan praktek, manajemen keuangan hingga praktek tata boga.

"Para wirausaha TKI Purna binaan BP3TKI Jakarta umumnya bergerak dibidang riteil, kuliner, handicraft, dan lain-lainnya. Bahkan, makanan ringan yang disajikan hari ini merupakan hasil buatan TKI Purna," tutur Delta seraya menambakan ada TKI Purna yang meminta warung makanan di kantor BP3TKI Jakarta yang memiliki lahan yang luas.

Kepada para peserta, Kepala BP32TKI Jakarta mengharapkan agar mengiktui kegiatan ini sebaik-baiknya. Diingatkannya, negara sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk terselenggaranya kegiatan yang berguna bagi masa depan mereka.

Delta mencontohkan, ketika masih bertugas sebagai petugas di sebuah Perusahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di tahun 1987 diingatnya ada seorang TKI bernama Musrofah. Meski sudah 2 kali menjadi TKI, Musrofah ternyata hanya bisa membeli 2 motor.

Kepada para CTKI, Delta berharap agar dari hasil gajinya nanti jangan meniru Masrifah. Tetapi, manfaatkanlah gajinya untuk membuka usaha produktif sehingga tidak perlu menunggu 2 hingga 3 kali untuk bekerja di luar negeri.

Delta menambahkan, keluarga memang memegan peranan vital dalam memanfaatkan pendapatan TKI. Karena itu, keluarga juga harus mampu mengelola pendapatan TKI ini untuk usaha-usaha produktif. Karena itu, BP3TKI juga mengundang para keluarga TKI untuk memahami pentingnya materi pengelolaan remitansi ini.

"Jadi, selama anaknya bekerja di luar negeri, keluarga sudah menyiapkan usaha untuk anaknya jika pulang nanti," harap Delta. (Zulfikri).

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com