RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Haposan: Ada 40.000 Lowongan Kerja ke Korea

Cetak
Kamis, 12 Mei 2011 22:19



Setelah itu, pada 2009, jumlah penempatan TKI ke Korea menurun menjadi 2.024 orang akibat negeri ginseng tersebut terkena imbas krisis keuangan global. Pada 2010 saat mulai pulih krisis ekonomi global, Korea menerima sebanyak 3.962 TKI, dan pada 2011 permintaan Korea terhadap TKI ditingkatkan lagi menjadi 8.300 orang.

Jakarta, BNP2KI (12/05) Hingga kuartal pertama keluarnya SLC (Standard Labour Contract) atau kontrak kerja ke Korea, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) sudah mendapatkan 16% atau sekitar 1.800 SLC dari total 40.000 permintaan tenaga kerja asing (TKA) di negara tersebut sepanjang 2011 ini.

“Sejak Januari hingga April 2011 sudah ada 1.242 TKI dari 1.800 SLC yang keluar. Mereka kini sudah ditempatkan dan bekerja di Korea,” ujar Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, DR Haposan Saragih, pada acara Sosialisasi "Employment Permit System" oleh HRD Korea di Gedung Korea-Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center, di Jl Penganten Ali, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (12/5) sore.

Menurut Haposan, pemerintah Korea saat ini tidak memberikan system penjatahan bagi TKA. Yang berlaku yaitu siapa yang bisa mengirimkan jumlah pekerjanya terbanyak maka negara itu akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar.

Diakui Haposan, sektor manufaktur hingga kini masih menempati prioritas dalam penempatan TKI di Korea Selatan. Dari penempatan TKI sejak 2007-2011, terdapat sekitar 13.000 TKI yang sudah habis masa kontraknya.

Sistem lama, kata Haposan, kontrak kerja TKI melalui mekanisme penempatan antar pemerintah (Government to Government) hanya berlaku 3 (tiga) tahun. Setelah masa itu, TKI harus kembali ke tanah air.

“Perpanjangan kontrak kerja hingga 5 tahun hanya bisa bagi TKI yang berangkat pada penempatan 2010 ke atas,” terang Haposan

Diakui Haposan, hingga kini animo pencari kerja untuk bekerja di Korea masih sangat tinggi. Untuk pendaftaran bulan April ini sudah ada 19.920 pendaftar yang akan mengikuti tes seleksi pada Juni nanti. Jumlah itu hampir menyamai pendaftaran tahun lalu sebanyak 20.000 orang.

“Jawa Tengah masih menempati jumlah terbesar calon peserta tes seleksi bahasa Korea atau Korean Profeciency Test (KPT),” terang Haposan.

Menurutnya, pendaftaran perekrutan calon TKI Korea akan dilaksanakan pada 25-29 April 2011 di lima kota provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta melalui kantor BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI--unit teknis di bawah BNP2TKI yang ada di daerah). Sedangkan Jawa Timur pendaftarannya di kantor UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) TKI.

Dikatakan, tes penerimaan bagi calon TKI ke Korea Selatan dilakukan pada 25-26 Juni 2011 juga di lima wilayah provinsi penerima pendaftaran calon TKI Korea.

"Materi tes itu berupa pengetahuan bahasa Korea yang harus dimiliki oleh para peserta atau pendaftar calon TKI Korea," ujar Haposan.

Data BNP2TKI mencatat, penempatan TKI ke Korea tahun 2006 --sebelum kehadiran BNP2TKI-- berjumlah 1.274 orang. Kemudian setelah BNP2TKI berdiri penempatan TKI ke Korea mencapai 4.303 orang.

“Pada 2008 penempatan TKI Korea meningkat tajam dan bahkan melebihi kuota 8.000 yang disediakan pemerintah Korea, yakni dengan 11.885 penempatan TKI oleh BNP2TKI,” imbuh Haposan.

Setelah itu, pada 2009, jumlah penempatan TKI ke Korea menurun menjadi 2.024 orang akibat negeri ginseng tersebut terkena imbas krisis keuangan global. Pada 2010 saat mulai pulih krisis ekonomi global, Korea menerima sebanyak 3.962 TKI, dan pada 2011 permintaan Korea terhadap TKI ditingkatkan lagi menjadi 8.300 orang. (Zulfikri/Toha).

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com