RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Menlu: Zainab Belum Pasti Lolos Dari Pemancungan

Cetak
Kamis, 23 Juni 2011 11:06



Pemerintah, kata Menlu Marty Natalegawa, saat ini sudah melakukan upaya-upaya agar hukuman bagi Zaenab tidak dilakukan. Menurur Marty, Presiden telah memberi intruksi kepada pihak perwakilan Indonesia di luar negeri agar terus memberikan informasi kepada ahli waris korban. Dia mengatakan Kemenlu tetap berupaya dengan sunggu-sungguh untuk memberikan perlindungan kepada warganya.

Jakarta, BNP2TKI (23/6)Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengungkapkan Siti Zainab, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur, yang dituduh membunuh majikannya di Madinah, Arab Saudi, hingga saat ini masih belum pasti lolos dari kemungkinan pelaksanaan hukuman pancung.

Ia menyebutkan, kalau toh eksekusi hukuman pancung kepada Siti Zainab hingga kini belum dilaksanakan, itu semata-mata bukan karena keberhasilan misi diplomatik pemerintah atau pejabat di masa lalu, namun semata-mata karena alasan kemanusiaan menunggu anak korban masuk masa akil baligh.

"Status hukum tunggu anak korban dewasa, sampai akil baligh. Setelah akil baligh nantinya pengadilan akan menanyakan apakah akan memaafkan atau tidak. Setelah ditanyakan baru status akan ditentukan," urai Marty dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (23/6).

Dalam jumpa pers khusus menyikapi hukuman mati atas Ruyati binti Satubi itu, Menlu Marty Natalegawa menyampaikan keterangan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Konperensi pers ini juga dihadiri oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menko Kesra Agung Laksono.

Dengan status menunggu anak korban sampai akil baligh, menurut Marti, jika kemudian anak yang sudah dewasa ini menolak memaafkan, maka Zaenab juga akan mengalami hukuman mati seperti TKI Indonesia, Ruyati.

Pemerintah, kata Marty, saat ini sudah melakukan upaya-upaya agar hukuman bagi Zaenab tidak dilakukan. Menurur Marty, Presiden telah memberi intruksi kepada pihak perwakilan Indonesia di luar negeri agar terus memberikan informasi kepada ahli waris korban.

Dia mengatakan Kemenlu tetap berupaya dengan sunggu-sungguh untuk memberikan perlindungan kepada warganya.(e)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com