RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Presiden SBY Tugaskan Satgas TKI ke Empat Negara

Cetak
Kamis, 14 Juli 2011 17:57



Presiden SBY Tugaskan Satgas TKI ke Empat Negara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menugaskan Satuan Tugas (Satgas) penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mendatangi empat negara, tempat sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati. Tim dari Satgas Penanganan TKI ini akan bertolak menuju Arab Saudi, Malaysia, China, dan Singapura.

Jakarta, BNP2TKI (14/07) -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menugaskan Satuan Tugas (Satgas) penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mendatangi empat negara, tempat sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati. Tim dari Satgas Penanganan TKI ini akan bertolak menuju Arab Saudi, Malaysia, China, dan Singapura.

"Pimpinan Satgas, Bapak Maftuh Basyuni, melaporkan ada tiga tim yang berangkat, masing-masing ke Arab Saudi, Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok (China) dan Singapura," kata Presiden SBY kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, seusai tiba dari kunjungan kerja ke Yogyakarta, Kamis (14/07) siang.

Presiden SBY memaparkan, tim yang berangkat ke Arab Saudi dipimpin langsung oleh Maftuh Basyuni, berangkat pada Kamis sore (14/07) hingga 21 Juli 2011. Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Bambang Hendarso Danuri, akan menuju Kuala Lumpur pada 19 Juli, dan tim yang dipimpin oleh Hendarman Supandji, akan menuju China dan Singapura pada 23 Juli.

"Ini upaya dan ikhtiar bagi saudara kita yang terancam hukuman mati, karena tindak kejahatan di negeri itu. Sesuai dengan sistem hukum, rata-rata kejahatan yang dilakukan adalah pembunuhan dan narkoba. Namun peluang sekecil apa pun dilakukan negara untuk berikhtiar dan meminta pada negara sahabat, agar saudara kita bisa diberi pengampunan dan keringanan," kata Presiden SBY.

Menurut SBY, Satgas Penanganan TKI ini juga menangani perkembangan proses permohonan keringanan hukuman WNI, khususnya TKI yang terancam hukuman mati.

Penanganan yang dilakukan Satgas TKI, jelas SBY, terus dievaluasi, sehingga bisa terpantau dan tingkat keberhasilannya cukup signifikan. "Kita terus evaluasi perkembangannya, karena tugas ini tidak ringan. Insyaallaah yang bisa kita capai seperti kasus Darsem, yang akhirnya bisa dibebaskan. Kita berharap kisah sukses itu bisa dilakukan di waktu mendatang," kata Presiden SBY.

Enam Bulan

Sedangkan Ketua Satgas Penanganan TKI, Maftuh Basyuni, mengatakan Satgas ini dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 17 Tahun 2011 tertanggal 7 Juli 2011, dan bertugas selama enam bulan.

Sementara ini, kata Maftuh, sejumlah kasus yang sudah berhasil diinventarisasikan, yaitu di Saudi Arabia terdapat 26 WNI yang terancam hukuman mati, di Malaysia ada 179 WNI terancam hukuman mati (rinciannya 138 kasus narkotika, 37 kasus pembunuhan, dan empat kasus kepemilikan senjata api). "Untuk China terdapat 13 orang yang terancam hukuman mati, karena masalah penyalahgunaan narkotika, dan dua orang WNI di Singapura yang terancam hukuman sama karena pembunuhan, seluruhnya wanita di dua negara ini," katanya.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com