RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Tinggi, Penempatan TKI Ilegal Asal Sulteng

Cetak
Kamis, 04 Agustus 2011 21:17



Temuan Harian Umum Radar Sulteng akan banyaknya modus pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor rumah tangga asal Sulteng ke Malaysia secara ilegal telah menjadi pemberitaan utamanya. Radar Sulteng selalu memberitakan informasi kepada pembacanya agar jika berminat bekerja ke luar negeri sebaiknya menghindari calo. Sebaliknya, calon TKI disarankan mengikuti mekanisme keberangkatan melalui prosedur yang resmi.

Palu, Sulteng, BNP2TKI (4/8) Temuan Harian Umum Radar Sulteng akan banyaknya modus pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor rumah tangga asal Sulteng ke Malaysia secara ilegal telah menjadi pemberitaan utamanya. Radar Sulteng selalu memberitakan informasi kepada pembacanya agar jika berminat bekerja ke luar negeri sebaiknya menghindari calo. Sebaliknya, calon TKI disarankan mengikuti mekanisme keberangkatan melalui prosedur yang resmi.

"Kami baru tahu ada TKI Sulteng setelah mengalami permasalahan di negeri Jiran," kata Pemimpin Umum Radar Sulteng, Kamil Badrun ketika berdiskusi dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Moh Jumhur Hidayat di Harian Umum Radar Sulteng, Kamis (4/8).

Turut mendampingi Kepala BNP2TKI dalam berdialog dengan jajaran redaksi HU Radar Sulteng, Deputi Penempatan, Ade Adam Noch, Direktur Kerjasama Kawasan Aspak dan Amerika, Anjar Prihantoro, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan, Yunafri, Direktur Perlindungan Kawasan Aspak dan Amerika, Sadono dan Kepala BP3TKI Makasar, Agus Bustami.

Menurut Kamil, permasalahan TKI Sulteng itu mulai dari gaji tidak dibayar, kekerasan fisik hingga tingginya praktek perdagangan orang sejak tahun 2010 hingga sekarang,

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala BNP2TKI mengatakan bahwa Gugus Tugas Trafficking yang sudah ada di Sulteng bisa memberikan pencerahan kepada Calon TKI agar jangan terkena bujuk rayu para calo.

Jumhur juga mendorong agar Radar Sulteng mendorong Gubernur Sulteng untuk mempercepat terbitnya Surat Keputusan tentang Gugus Tuigas Trafficking ini.

Paska Moratorium ke Arab Saudi, kata Jumhur ada 16 ribu paspor TKI yang sudah ada ijin kerja namun gagal diberangkatkan karena terkena Moratorium.

"Saya khawatir akan ada16 ribu TKI asal Sulteng akan di traffict melalui negara transit Malaysia untuk tujuan ke Jordan dan negara Timur Tengah lainnya," tegas Jumhur.

Soal pengawasan, kata Jumhur, pihaknya kini sedang mengembangkan sistem online untuk mengawasi rekrutmen Calon TKI hingga siap berangkat.

Jadi, lanjut Jumhur, jika ada satu tahapan dalam mekanisme pengurusan TKI yang bermasalah, misal di pemeriksaan kesehatan, maka sistemnya akan mengunci TKI tersebut ke tahapan berikutnya.

"Bahkan, BNP2TKI kini sedang mengupayakan pengadaan 16 ribu Circuit Closed Television (CCTV) di seluruh Balai Latihan Kerja seluruh Indonesia," papar Jumhur.

Melalui Radar Sulteng, Kepala BNP2TKI menghimbau agar pemprov, tokoh masyarakat dan alim ulama agar berlomba-lomba meningkatkan harkat dan martabat TKI. (Zul/ Toha)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com