RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Sari Bulan : Usai Jadi TKI, Langsung Buka Usaha Jual Baju

Cetak
Selasa, 16 Agustus 2011 21:07



Sari Bulan
Dalam menjalankan usahanya Sari Bulan berjualan keliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Ia menawarkan baju jualannya dengan cara jual cash dan kredit. “Saat ini saya masih keliling jualannya, ini saya lakukan karena belum memiliki kios.Tapi, dalam waktu dekat saya berencana akan membeli kios untuk usaha ini di pasar Donggala,”. paparnya.

Jakarta, BNP2TKI (16/8): Tiga tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia adalah waktu yang berharga bagi Sari Bulan (35). Selama tiga tahun itu, Sari Bulan banyak mendapatkan pengalaman dan pengatahuan. Usai menjadi TKI, Sari Bulan langusung membuka usaha jual kredit baju.

Kendati baru mulai, Sari Bulan mengaku sudah mendapatkan keuntungan. Selama tiga tahun itu, Sari panggilan akrabnya, bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dimajikan Ali Jufri Al Hadad.

“Meski sebagai PLRT, saya merasa betah karena majikannya baik. Setiap bulan saya mendapat gaji sebesar 1500 Riyal,” cerita Sari sambil mengenang masa lalaunya itu.

Sari merupakan TKI asal Desa Wani II, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggal, Sulawesi Tengah. Pada 2009, ibu dua anak ini pergi bekerja ke Saudi Arabia. Setelah kontrak kerja selesai pada 201w, ia pulang ke kampung halamannya di Desa Wani II.

“Sebenarnya sesudah kontrak kerja, saya ingin kembali bekerja lagi sebagai TKI. Tapi, karena sedang ada pemberhentian TKI ke Saudi Arabia akhirnya saya tidak bisa kesana lagi. Mau tak mau harus menunggu sampai ada pembukaan TKI lagi,” ucapnya

Berhenti dari aktivitasnya sebagai TKI, Sari tampaknya tidak mau lama-lama berdiam diri. Ia mengaku ingin terus bekerja dan beraktivitas, karena itulah sepulang dari Saudi Arabia ia langsung merintis usaha jual dan kredit baju di kampungnya Desa Wani II, Kabupaten Donggala.

“Usaha ini baru mulai tiga bulan yang lalu, saya ingin mulai usaha ini kecil-kecilan dulu. Sedangkan untuk modal saya pakai uang hasil tabungan selama bekerja di Saudi Arabia. Modal sebesar Rp 15 juta,” jelas perempuan berkerudung ini.

Untuk mendapatkan baju-baju jualannya, Sari mengaku membelinya dari Jakarta. Setiap satu bulan sekali ia berbelanja ke Pasar Tanah Abang , Jakarta, karena banyak pilihin dan harganya murah-murah.

Kendati Sari baru memulai usahanya tiga bulan yang lalu, ia sudah bisa menikmati hasil usahanya tersebut. Ia mengaku dalam sebulan mendapatkan omset sebesar Rp 5 juta.

Dalam menjalankan usahanya Sari berjualan keliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Ia menawarkan baju jualannya dengan cara jual cash dan kredit.

“Saat ini saya masih keliling jualannya, ini saya lakukan karena belum memiliki kios.Tapi, dalam waktu dekat saya berencana akan membeli kios untuk usaha ini di pasar Donggala,”. paparnya. ***HAPIPI

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com