RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

KJRI Jeddah Koreksi Penjara dan Hukuman yang Sempat Dijalani Imas Nirwati

Cetak
Kamis, 15 September 2011 06:17



Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi mengoreksi pemberitaan di website BNP2TKI tertanggal 9 September 2011 berjudul "BNP2TKI Menyiapkan Dana Rp100 Juta untuk Pendampingan Hukum Kasus Imas Nirwati". Melalui berita faksimil tertanggal 11 September 2011 yang dibuat oleh Konsul Cahyono Rustam dan dilegalisasi oleh Konsul Jenderal Zakaria Anshar, KJRI Jeddah mengoreksi Imas sepmat ditahan selama 1,5 bulan bukan 1,5 tahun di Penjara Faifah, Jizan, bukan di Penjara Abuari, Jizan, Arab Saudi.

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (15/9) – Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi mengoreksi pemberitaan di website BNP2TKI tertanggal 9 September 2011 berjudul "BNP2TKI Menyiapkan Dana Rp100 Juta untuk Pendampingan Hukum Kasus Imas Nirwati".

Melalui berita faksimil tertanggal 11 September 2011 yang dibuat oleh Konsul Cahyono Rustam dan dilegalisasi oleh Konsul Jenderal Zakaria Anshar, KJRI Jeddah mengoreksi Imas sepmat ditahan selama 1,5 bulan bukan 1,5 tahun di Penjara Faifah, Jizan, bukan di Penjara Abuari, Jizan, Arab Saudi.

KJRI juga memberitahukan terkait dengan sisa gaji, pada 23 Agustus 2011, Marzooq As'ad Salman Al Abdali (majikan Imas Nirwati) telah membayar penuh sisa gaji yang bersangkutan selama 10 bulan sebesar 8.000 Riyal Saudi bahkan memberikan bonus satu bulan gaji sebesar 800 Riyal Saudi dan dua buah telepon genggam seharga 1.500 Riyal Saudi.

Sejak 28 Agustus 2011, Imas Nirwati telah berada di penampungan KJRI Jeddah dan dalam kondisi baik, menunggu proses persidangan selanjutnya.

Imas Nirwati binti Kosim Rukmana (42 tahun) dijebloskan dalam tahanan selama 1,5 bulan di Penjara Faifah, Jizan, Arab Saudi atas tuduhan melakukan sihir terhadap keluarga majikan. Karena tidak cukup bukti, TKI asal Kampung Pekamitan RT 04/13 Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu kemudian dibebaskan.Yang bersangkutan kemudian dibebaskan karena tidak cukup bukti.

Sementar itu Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa BNP2TKI Saiful Idhom menyatakan bahwa selama beberapa kali sidang Imas Nirwati tanpa didampingi pengacara. Sebab itulah, BNP2TKI berupaya mencarikan dana biaya bantuan hukum (pengacara) untuk Imas Nirwati.

Selasa (13/09), BNP2TKI telah menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta untuk biaya bantuan hukum TKI Imas Nirwati binti Kosim Rukmana. Uang itu ditransfer ke Konsulat Jenderal RI di Jeddah. “Uang bantuan hukum sebesar Rp 100 juta untuk Imas Nirwati binti Kosim Rukmana, pada Selasa (13/9) telah ditransfer ke KJRI Jeddah,” kata Saiful Idhom di Jakarta, Rabu siang (14/9).

Saiful menjelaskan, uang Rp 100 juta untuk bantuan hukum Imas Nirwati itu berasal dari perusahaan asuransi PT Adira Dinamika yang diterima BNP2TKI pada Senin siang (12/09) pukul 14.30 WIB.***(Imam)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com