RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Panggil Konsorsium Asuransi TKI Paladin International

Cetak
Jumat, 16 September 2011 16:05



Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y Poeloengan
Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y Poeloengan akan memanggil pimpinan Konsorsium Asuransi TKI, PT Paladin International. Pemanggilan itu terkait dengan banyaknya pertanyaan publik terhadap kinerja asuransi PT Paladin dalam melayanan klaim asuransi selama ini. “BNP2TKI panggil Pimpinan PT Paladin, Pak Surachman Jusuf pada hari Senin(19/9),” ujar Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Y Poeloengan, di Jakarta, Jumat (16/9).

Jakarta, BNP2TKI, Kamis (16/9) - Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y Poeloengan akan memanggil pimpinan Konsorsium Asuransi TKI, PT Paladin International. Pemanggilan itu terkait dengan banyaknya pertanyaan publik terhadap kinerja asuransi PT Paladin dalam melayanan klaim asuransi selama ini.

“BNP2TKI panggil Pimpinan PT Paladin, Pak Surachman Jusuf pada hari Senin(19/9),” ujar Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Y Poeloengan, di Jakarta, Jumat (16/9).

Lisna mengakui PT Paladin sudah memberikan laporan produksi dan klaim konsorsium Proteksi TKI periode Januari-Juni 2011 kepada BNP2TKI beberapa waktu lalu. Dalam laporan itu selama satu semester PT Paladin telah mencairkan 398,117 klaim asuransi TKI dari Konsorsium Asuransi TKI dengan nilai total klaim sebesar Rp101,570,640,000.

Di luar laporan itu, kata Lisna, banyak klaim TKI seperti TKI meninggal dunia atau korban pelecehan seksual yang mengalami kesulitan dalam melakukan pencairan. Karena itu, kami akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait banyaknya masukan baik yang datang langsung ke BNP2TKI maupun yang masuk melalui BP3TKI di berbagai provinsi.

Lisna menambahkan konsorsium asuransi sesuai Peraturan Menteri PER.No.7/MEN/V/2010 tentang Asuransi TKI Bab VIII wajib memberikan Pelaporan dan Evaluasi Pasal 28 Ayat (1) dan (2) mengenai penyampaian pelaporan secara berkala, dan Kepemenakertrans RI No. KEP.209/MEN/IX/2010 Tentang Penetapan “Konsorsium Proteksi TKI.”

DPR, kata Lisna, telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Asuransi TKI yang bertujuan Asuransi untuk memantau jalannya asuransi TKI dan tender perusahaan asuransi yang dipegang konsorsium.

Pemerintah menetapkan bahwa premi asuransi perlindungan TKI sebesar Rp400.000 yang terbagi pada Rp50.000 untuk prapenempatan, Rp300.000 untuk selama penempatan di luar negeri dan Rp50.000 untuk pascapenempatan hingga kembali ke tempat asal TKI. (Zul/ Toha)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com