RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Haposan: Persaingan Perawat Ke Jepang Kian Terbuka

Cetak
Rabu, 12 Oktober 2011 14:57



Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih pada pembukaan pelatihan Bahasa Jepang bagi 200 TKI bidang kesehatan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Jakarta
Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih pada pembukaan pelatihan Bahasa Jepang bagi 200 TKI bidang kesehatan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Jakarta, Rabu (12/10), mengatakan, sejak 2009, tenaga nurse dan careworker dari Filipina sudah masuk ke Jepang dan pada 2010 disusul tenaga kerja dari Vietnam masuk ke Jepang.

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (12/10) - Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih mengingatkan persaingan menempatkan perawat ke Jepang kian terbuka semenjak negeri Sakura itu membuka menerima tenaga kerja selain dari Indonesia.

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih pada pembukaan pelatihan Bahasa Jepang bagi 200 TKI bidang kesehatan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Jakarta, Rabu (12/10), mengatakan, sejak 2009, tenaga nurse dan careworker dari Filipina sudah masuk ke Jepang dan pada 2010 disusul tenaga kerja dari Vietnam masuk ke Jepang.

Mengingat persaingan antar negara pengirim (sending countries) semakin ketat maka yang mampu bersaing adalah tenaga kerja yang berkualitas.

“Anda dituntut mampu memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara pengrim lainnya. Jika TKI tidak berkualitas tentunya akan berkurang kesempatan kerja tersebut untuk memilih tenaga kerja dari Indonesia,” kata Haposan yang juga Doktor dari sebuah universitas terkemuka di Jepang itu.

Haposan menilai perkembangan penempatan selama 4 tahun dan tahun 2011 menunjukkan bahwa penempatan TKI Nurse dan Careworker ke Jepang belum stabil. Karena itu dia memohon Pemerintah Jepang dalam hal ini Duta Besar Jepang dapat mendorong untuk memberikan kesempatan kerja bagi tenaga Kerja Indonesia yang lebih luas untuk kami berharap pada tahun 2013 dapat permintaan TKI nurse dan careworker ditingkatkan.

BNP2TKI mencatat dari jumlah penempatan TKI ke Jepang sejak 2008 hingga Juni 2011 berjumlah 791 orang terdiri atas 363 perawat dan 428 pengasuh jompo.

Perinciannya, pada 2008 terdapat 208 orang TKI ditempatkan ke Jepang (104 perawat dan 104 pengasuh jompo), pada 2009 terdapat 362 orang TKI (173 perawat dan 189 pengasuh jompo), pada 2010 terdapat 116 orang TKI (39 perawat dan 77 pengasuh jompo), dan pada 2011 terdapat 105 orang TKI ditempatkan ke Jepang (47 perawat dan 58 pengasuh jompo).

Haposan menambahkan jika ada peserta yang tidak hadir atau mengundurkan diri akan digantikan peserta cadangan sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang, dengan sistem penggantian berdasarkan urutan nomor cadangan.

Karena itu, Haposan meminta agar para peserta pelatihan bahasa Jepang dapat mengikuti pelatihan bahasa Jepang dengan serius, disiplin dan penuh tanggung jawab sehingga peserta mendapat predikat kelulusan yang terbaik dan memuaskan.

“Kita harus mampu meningkatkan kepercayaan rumah sakit/institusi panti jompo ditempat Saudara bekerja nantinya. Saya percaya sepenuhnya pelatihan bahasa Jepang sangat penting dalam mendukung alam pekerjaan dan ujian nasional di Jepang, oleh karena itu kami berharap Japan Foundation dan P4TK dapat memberikan sumbangan yang terbaik bagi calon nurse dan calon careworker,” kata Haposan. (Zul/ Toh/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com