RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Oktriandi: Bisnis Suplier ATK Berkembang Lewat Jasa Pertemanan Sesama Mantan TKI

Cetak
Kamis, 20 Oktober 2011 16:27



Oktriand
Hubungan perkawanan yang terbentuk selama bekerja di luar negeri ternyata dimanfaatkan betul oleh mantan TKI Timur Tengah, Oktriandi Rusyada (36) untuk memperluas pemasaran ATK. Bisnis suplier ATK yang ditekuninya sejak awal tahun 2010 hingga kini terus bertahan. ATK yang dikirim lewat bendera CV Andhika sudah masuk di Alfamart, Ramayana, Mitra 10, dan Super Home di Bekasi.

Jakarta, BNP2TKI (20/10) Hubungan perkawanan yang terbentuk selama bekerja di luar negeri ternyata dimanfaatkan betul oleh mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) Timur Tengah, Oktriandi Rusyada (36) untuk memperluas pemasaran alat-alat kantor (ATK).

Bisnis suplier ATK yang ditekuninya sejak awal tahun 2010 hingga kini terus bertahan. ATK yang dikirim lewat bendera CV Andhika sudah masuk di Alfamart, Ramayana, Mitra 10, dan Super Home di Bekasi.

“Suplai ATK saya bisa diterima di super market karena banyak mantan teman-teman saya yang dulunya pernah bekerja di GEANT Hypermarket di Arab Saudi dan Bahrain kini menduduki posisi penting di beberapa supermarket di Jakarta dan Bekasi,” ujar Oktriandi ditemui di BNP2TKI Jakarta, Kamis (20/10).

Oktriandi mengungkapkan, niat awalnya bekerja ke Arab Saudi karena keinginan untuk melihat Ka’bah di kota Mekkah. Do’anya pun terkabul. Tahun 2004, setelah lolos seleksi alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Syahkuala Banda Aceh ini berangkat melalui PT Bagus Bersaudara untuk penempatan di perusahan GEANT Hypermarket di Arab Saudi.

“Saya senang bisa bekerja sekaligus bisa menunaikan haji di tanah Suci,” tutur Oktri yang bergaris keturunan Aceh ini.

Di perusahaan GEANT Hypermarket, Oktriandi mendapatkan gaji per bulan 1.200 Riyal. Gaji itu selama setahun tidak ia terima bersih karena harus dipotong untuk perusahaan di Jakarta yang menempatkannya.

Usai kontrak 2 tahun (2004-2006), suami dari Rosiska Haryati ini pun kembali ke Jakarta. Meski sempat bekerja setahun di Jakarta, dia pun memutuskan kembali untuk bekerja di Timur Tengah. Alasannya, gaji di Jakarta Cuma Rp1 juta. Jadi, iapun kembali kembali ke Timur Tengah untuk mengumpulkan modal usahanya kelak.

Karena sudah berpengalaman, dia pun kembali melamar pada perusahaan GEANT Hypermarket. Kali ini ia ditempatkan di Bahrain dan ketika melamar ia mengurus langsung tanpa melalui PPTKIS lagi. Setelah habis kontraknnya, Oktriandi pun kembali ke tanah air. “Saya cukup dua tahun saja bekerja di Bahrain (2007-2009),” papar Oktri yang dari pernikahannya dengan Rosiska dikarunia 1 orang anak , Naura Atha Andhika (4).

Selama bekerja di Bahrain, Oktriandi mendapatkan gaji per bulan Rp5-6 juta. Sementara pada keberangkatannya yang pertama ia hanya mendapatkan gaji 1.200 Riyal atau sekitar Rp3 jutaan. Dari modal keberangkatannya ke Arab Saudi dan Bahrain inilah, Oktriandi mantap mengembangkan bisnis suplai ATK.

Menurut Oktriandi, sebelum dia terjun mengelola bisnis suplai ATK pada awal tahun 2010, ia sempat bekerja di perusahaan swasta. Setelah setahun lebih bosan jadi orang kantoran dia pun mencoba bisnis suplai ATK.

Dengan modal Rp30 juta, Oktriandi pun memulai bisnis suplai ATK ini dari rumahnya di Jalan Kemuning IV No. 15 Rt 13/06, Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Per bulan omsetnya berjalan di antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Bisnis suplai ATK, katanya, ini bisnis yang padat modal dan pembayarannya memakan waktu 1 bulan. Jadi, dia harus punya kelipatan modal berikutnya untuk bisa membeli barang. Selain bisnis ATK, Oktriandi dan istrinya juga memiliki bisnis menjual pakaian anak-anak. Pemasarannya selain door to door lewat perkawanan juga melalui even bazar seperti di Taman Mini Indonesia Indah pada setiap hari Minggu pagi yang sering dilakukannya.

“Lumayan untuk menjual sisa stok pakaian anak sekaligs berlibur di TMII,” katanya sumringah. Dari keuntungan yang diperehnya, Oktriandi kini sudah bisa mencicil sebuah rumah di Grand Depok City dan membeli Mobil Espass secara kredit. Guna mengembangkan bisnisnya, ia pun siap memberikan agunan tanah keluarganya di Cakung, Jakarta Timur.

“Saya sering dapat PO (Purchasing Order) atau pesanan namun terbentur modal. Saya butuh modal tambahan Rp100 juta,” akunya.

Oktriandi menambahkan, dari perputaran bisnisnya selama ini pinjaman Rp100 juta akan bisa dibayar. Tambahan modal itu diharapkan untuk memperluas jaringan pemasaran termasuk rencanya untuk mulai memasrakan produk-produk ATK-nya ke kantor-kantor pemerintah.

“Yang saya ketahui di instansi pemerintah, pembayarannya paling lama bisa 2 minggu sementara di swast saya harus menunggi selama 1 bulan,” pungkasnya. (Zul)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com