RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Dirpam BNP2TKI : Cegah Perdagangan Orang, Berdayakan Embarkasi TKI

Cetak
Rabu, 04 Januari 2012 22:52



Dirpam BNP2TKI, Brigjen Pol Drs Bambang Purwanto SH MSi

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (04/01) - Dicabutnya moratorium penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Malaysia, perlu diantisipasi secara dini dan sinergis oleh antar instansi terkait pelayanan TKI. Jika tidak, tindak perdagangan orang (trafficking) maupun penyulundupan orang (people smuggling) sangat dimungkinkan masih akan berlangsung. Direktur Pengamanan (Dirpam) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Brigjen Pol Drs Bambang Purwanto SH MSi mengatakan, antara penempatan TKI dengan perdagangan orang sangat tipis perbedaannya. "Penempatan calon TKI/TKI ada prosedur dan peraturannya. Sedangkan trafficking dan people smuggling tidak procedural," Bambang Purwanto ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (04/01) sore.

Menurut Bambang, pada tahun 2012 ini tindak trafficking maupun people smuggling ini diupayakan sudah zero. Paling tidak, gerakan ke arah tindakan tersebut dipersempit, berikut diambil tindakan tegas terhadap oknum pelakunya. "Dengan dicabutnya moratorium penempatan TKI PLRT di Malaysia ini perlu diantisipasi sedari dini, khususnya lalu-lintas orang di daerah-daerah perbatasan Indonesia - Malaysia," kata Bambang.

Dijelaskannya, untuk mencegah terjadinya tindak trafficking dan smuggling terhadap penempatan calon TKI/TKI ada lima titik daerah rawan di antara perbatasan Indonesia - Malaysia yang melalui laut. Kelima titik daerah rawan itu adalah, Entikong (Kalimantan Barat), Nunukan (Kalimantan Timur), Batam, Tanjung Pinang, dan Dumai. "Kelima daerah tersebut dikenal sangat rawan terjadinya tindak trafficking dan smuggling. Karena penempatan calon TKI/TKI illegal ke Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah, kerapkali terjadi pada lima titik pintu perbatasan itu," papar Bambang. "Khusus penempatan calon TKI/TKI illegal ke Timur Tengah kerapkali terjadi melalui pintu perbatasab tersebut ke Singapura, lalu ke negara tujuan di Timur Tengah," tambahnya.

Di samping kelima daerah rawan pada perbatasan Indonesia - Malaysia melalui laut itu, kata Bambang, di Kalimantan terdapat 18 titik daerah rawan lainnya yang melalui jalur darat. Untuk mencegah terjadinya penempatan TKI illegal di daerah-daerah rawan tersebut, diperlukan peran optimal petugas imigrasi. "Problem TKI di luar negeri ini berawal dari penanganan yang dilakukan di dalam negeri. Untuk mencegah terjadinya penempatan calon TKI/TKI ilegal yang kerap terjadi di daerah-daerah perbatasan, peran optimal petugas imigrasi sangat diperlukan," tegas Bambang.

Embarkasi TKI

Upaya lain yang perlu dilakukan didalam mencegah terjadinya trafficking dan smuggling ini, kata Bambang, memberdayakan embarkasi TKI di bandara yang ada di Jawa, khususnya yang melayani penerbangan langsung ke Malaysia. "Embarkasi di daerah-daerah ini nantinya sekaligus melayani penampungan keberangkatan TKI ke luar negeri dan kepulangan dari luar negeri. Jadi, tidak semuanya dilayani di Jakarta," kata Bambang.

Di Jawa, kata Bambang, ada lima bandara yang melayani penerbangan langsung ke Malaysia, yaitu: Bandara Soekarno - Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya) Husein Sastranegara (Bandung), Adi Sutjipto (Yogyakarta), dan Adi Sumarmo (Solo). "Fungsi embarkasi TKI ini pelayananannya tidak beda jauh dengan embarkasi haji yang menampung penumpang pada saat pergi dan pulang. Kalau haji yang pelayanannya setiap tahun sekali ada embarkasinya, maka TKI yang pelayanannya setiap hari tentu diperlukan embarkasi," kata Bambang.

Dijelaskan Bambang, dengan adanya embarkasi TKI ini, maka pelayanan keberangkatan dan kepulangan TKI bisa dikontrol langsung oleh petugas BNP2TKI yang ada di daerah (BP3TKI). Sehingga peran petugas BNP2TKI di daerah menjadi lebih diberdayakan untuk mengontrol dan mengawasi keluar-masuknya TKI. Ke depan embarkasi TKI ini bisa diperluas lagi pada daerah-daerah lain yang melayani penerbangan langsung ke Malaysia.

Mengapa penerbangan ke Malaysia? Bambang mengatakan, karena sejauh ini Malaysia merupakan daerah transit bagi TKI yang mau bepergian ke negara-negara lain di Timur Tengah.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com