RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Kepala BNP2TKI : Pelayanan TKI Berbasis Sistem Online Merupakan Amanat Instruksi Presiden

Cetak
Rabu, 08 Pebruari 2012 11:43



Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan pelayanan TKI berbasis sistem online yang dibangun BNP2TKI merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan pelayanan TKI berbasis sistem online yang dibangun BNP2TKI merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Banjarmasin, BNP2TKI, Rabu (8/2) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan pelayanan TKI berbasis sistem online yang dibangun BNP2TKI merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Pernyataan Kepala BNP2TKI itu disampaikan saat memberikan arahan pada Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online Pelayanan TKI untuk 55 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (8/2).

Jumhur menyebutkan ada empat poin pokok terkait informasi berbasis sistem online dari amanat Inpres 3/2003 itu. Pertama, pemanfaatan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat perlu didayagunakan secara luas, bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Kedua, pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (e-government) perlu didayagunakan secara optimal dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Ketiga, untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya upaya pengembangan e-government di masing-masing kementerian atau lembaga pemerintah.

Keempat, di dalam pelaksanaan e-government diperlukan kesamaan pemahaman, keserempakan tindak dan keterpaduan langkah dari seluruh unsur kelembagaan pemerintah.

Kepala BNP2TKI mengatakan kunci sukses dari penerapan e-government di dalam pelayanan penempatan dan perlindungan TKI ini adalah adanya penyamaan pemahaman, keserempakan tindak dan keterpaduan langkah di antara kita dari seluruh unsur, baik di tingkat pusat maupun daerah provinsi dan kabupaten/kota.

Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online Pelayanan TKI di Banjarmasin ini diikuti para calon operator dari 55 Disnakertrans kabupaten/kota di empat provinsi, yaitu 11 Disnakertrans kabupaten dan 2 Disnakertrans kota di Kalimantan Selatan, 10 Disnakertrans kabupaten dan 4 Disnakertrans kota dari Kalimantan Timur, 13 Disnakertrans kabupaten dan 1 Disnakertrans kota dari Kalimantan Tengah, serta 12 Disnakertrans kabupaten dan 2 Disnakertrans kota dari Kalimantan Barat.

Pada 2011, Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online Pelayanan TKI ini sudah dilakukan pada 11 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Kepulauan Riau yang melibatkan 209 Disnakertrans Kabupaten/Kota. Pada akhir Januari dan awal Februari lalu, kegiatan serupa juga dilakukan di Palembang yang melibatkan 32 perwakilan Disnakertrans Kabupaten/Kota dari tiga provinsi yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Jumhur menegaskan, pada 2012 ini BNP2TKI mengupayakan Sosialisasi dan Pelatihan Online Sistem Pelayanan TKI sudah terselenggara pada 400 lebih kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menurut Jumhur, piranti komputer dalam sistem online BNP2TKI ini telah dirancang untuk menghindari dan mengantisipasi terjadinya tindak penyimpangan maupun manipulasi data calon TKI maupun TKI yang hendak berangkat kerja ke luar negeri. Sekaligus mencegah terjadinya tindak trafficking (perdagangan manusia).

Terkait dengan penguatan sinergitas informasi dengan sistem online ini, BNP2TKI telah membangun lima sistem online, katanya.

Pertama, sistem informasi pasar kerja luar negeri melalui alamat websitewww.infokerja-bnp2tki.org. Jumhur berharap masyarakat pencari kerja dapat mendaftar secara online langsung melalui BP3TKI, Disnaker Provinsi/Kabupaten/Kota dan lembaga pendidikan yang telah bekerjasama dengan BNP2TKI.

Kedua, Sistem Pelayanan Penempatan TKI SISKOTKLN melalui alamat website http://siskotkln.bnp2tki.go.id. Sistem ini dirancang untuk memasukkan data secara online diawali dari Disnakertrans kabupaten/kota. Lalu data oleh lembaga penempatan lainnya seperti sarkes (sarana kejehatan), BLKLN (Balai Latihan Kerja Luar Negeri), LUK (Lembaga Uji Kompetensi), asuransi dan lain-lain.

Ketiga, sistem pendataan kepulangan TKI dengan alamat website http://sipendaki-bnp2tki.go.id. Sistem ini, sudah diterapkan di beberapa embarkasi, seperti di BPKTKI (Balai Pelayanan Kepulangan TKI) di Selapajang, Tangerang, Banten, di Bandara Adi Sumarmo (Solo), Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta), Bandara Ahmad Yani (Semarang), Entikong (pintu perbatasan), Pelabuhan Tanonkata (Nunukan), dan Pelabuhan Sri Bintan Pura (Tanjung Pinang).

Keempat, sistem pelayanan pengaduan (crisis center) yang menerima pelayanan pengaduan dari calon TKI/TKI yang menghadapi masalah. Untuk pelayanan pengaduan TKI ini dapat dilihat melalui alamat website http://halotki.bnp2tki.go.id. Sistem ini mendata pelayanan pengaduan TKI melalui telepon bebas pulsa melalui nomor 0800-1000, dan telepon internasional 062-21-29244800 internasional), fax di 062-21-29244810/11), email : halotki@bnp2tki.go.id, SMS 7266, surat dan tatap muka.

Kelima, sistem warehouse, yang bisa diakses di http://dw.bnp2tki.org. Sistem ini mengintegrasikan semua data dari sistem info pasar kerja, pelayanan penempatan, pandataan kedatangan dan kepulangan serta pelayanan pengaduan. "Semua unsur terkait baik internal maupun eksternal BNP2TKI dapat mengakses pelaporan sesuai yang dibutuhkana,” kata Kepala BNP2TKI.

Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online yang dipusatkan di Banjarmasin itu berlangsung hingga Kamis (9/2).(Mam/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com