RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Lepas 208 TKI Skil ke Brunei dan UEA

Cetak
Sabtu, 08 November 2008 02:35



BNP2TKI Lepas 208 TKI Skil Ke Brunei Dan UEA

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengucapkan selamat atas penempatan
208 orang calon TKI Skill ke Brunei Darussalam dan UEA (foto affandi)
(Jakarta, BNP2TKI) Sebanyak 208 orang tenaga kerja Indonesia yang memiliki keahlian khusus (TKI Skil), Jumat (7/11) pagi, di Jakarta, dilepas Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, untuk bekerja di perusahaan-perusahaan industri di Brunei Darussalam.

Ke-208 orang calon TKI itu terdiri berbagai ahli di bidang las (welding), piping, rigging, foreman, mechanical fitter, pipe fitter, dan tenaga perkantoran (office staff) yang akan bekerja di Mitsubishi Heavy Industri Ltd di negara Brunei Darussalam dan Uni Emirat Arab (UEA). Mereka ditempatkan melalui PT Rekayasa Industri dan PT Amil Fajar Internasional.

Acara pelepasan itu dilakukan di Kantor BP3TKI Ciracas, Jakarta Timur. Hadir selain Kepala BNP2TKI, Direktur Pelayanan dan Pemberangkatan Drs Arifin Purba, Msi, dan Kepala BP3TKI Drs Sadono. Selain itu, hadir pula Direktur Amil Fajar Internasional, Cholid Abdurahman dan Aidil Patra, GM Personnel & Knowledge Mgt PT Rekayasan Industri.

Dalam sambutannya, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengucapkan selamat atas penempatan 208 orang calon TKI Skill ke Brunei Darussalam dan UEA. Keberangkatan mereka ini tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tapi juga bagi masyarakat, dan negara.

Kepada para calon pahlawan devisa, Kepala BNP2TKI Berpesan agar mereka tetap menjaga nama baik bangsa dan negara di luar negeri, hidup hemat, dan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jumhur Hidayat juga menyambut baik keberhasilan dua Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dalam mengirimkan TKI Skil ke perusahaan-perusahaan industri di luar negeri. Hal ini menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah untuk lebih banyak menempatkan tenaga kerja sektor formal yang berkeahlian ke luar negeri, dan secara bertahap mengurangi penempatan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

"Dengan menempatkan TKI Formal ini, di satu sisi pencitraan negara di mata users dan negara penerima TKI tentu akan lebih baik, namun yang lebih menguntungkan lagi TKI berkeahlian ini akan mendapatkan gaji yang lebih baik, dan perlindungan hukum yang lebih optimal," ujarnya.

Dijelaskan Jumhur, pemerintah terus berupaya meningkatkan perbaikan terhadap pelayanan penempatan dan perlindungan TKI, baik melalui instrumen kebijakan maupun melalui kerjasama dengan negara-negara peminta TKI.

Transparan

Dalam kesempatan pelepasan ke-208 TKI skill ke Brunei Darussalam dan Uni Emirat Arab, Kepala BP3TKI Jakarta Sadono mengatakan, bahwa di era reformasi ini pemerintah harus bekerja dengan penuh keterbukaan, taat hukum dan akuntabiltas pekerjaan.

"Berapapun biaya yang dikenakan dalam pengurusan TKI harus jelas, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Sadono.

Mengomentarai perubahan pelayanan di Kantor BP3TKI Jakarta ini, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyambut baik adanya perubahan suasana, dan mengharapkan peningkatan pelayanan terhadap TKI terus dilakukan.

Sebelumnya, pemerintah juga juga melepas penempatan 100 TKI ke Nigeria yang dilakukan melalui job order yang diperoleh oleh sebuah PPTKIS, sementara penempatan tenaga perawat ke Jepang dilakukan melalui kerjasama antara pemerintahan Indonesia dan pemerintahan Jepang (G to G).(zul)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com