RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Kaji Usulan Tarif Baru Pemeriksaan Kesehatan TKI

Cetak
Rabu, 15 Pebruari 2012 05:09



Pemerintah menyambut baik usulan sejumlah Sarana Kesehatan (Sarkes) tentang kenaikan tarif pemeriksaan kesehatan TKI yang berlaku saat ini. Pasalnya, tarif yang berlaku saat ini yang ditetapkan sejak tahun 2003 sudah sangat jauh dengan kondisi yang ada.
Menurut Kasubdit Fasilitasi Kesehatan TKI dari BNP2TKI dr Elia Rosalina Afif, yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/2) tarif harga yang berlaku saat ini memang sudah tidak sesuai dengan tarif pemeriksaan yang sama di Sarkes umum.

Jakarta, BNP2TKI (14/2) Pemerintah menyambut baik usulan sejumlah Sarana Kesehatan (Sarkes) tentang kenaikan tarif pemeriksaan kesehatan TKI yang berlaku saat ini. Pasalnya, tarif yang berlaku saat ini yang ditetapkan sejak tahun 2003 sudah sangat jauh dengan kondisi yang ada.

Usulan kenaikan itu mengemuka pada pertemuan yang diadakan oleh kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta dengan 21 Sarkes di Gedung Pertemuan Panjang Museum Indonesia, TMII, Senin (13/2).

Menurut Kasubdit Fasilitasi Kesehatan TKI dari BNP2TKI dr. Elia Rosalina Afif, yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/2) tarif harga yang berlaku saat ini memang sudah tidak sesuai dengan tarif pemeriksaan yang sama di Sarkes umum.

"Kementrian Kesehatan saat ini sedang menggodok kenaikan harga yang pantas bagi pemeriksaan kesehatan TKI," ujar dr. Elin sapaan akrabnya.

Kenaikan tarif pemeriksaan kesehatan TKI, katanya, memang perlu dilakukan pemerintah mengingat pada awal Maret ini pemerintah sudah mulai menerbitkan Sertifikat Kesehatan TKI yang baru di seluruh Indonesia. Dan penerbitan Sertifikat Kesehatan itu hanya dimungkinkan melalui aplikasi Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko-TKLN) yang dikembangkan oleh BNP2TKI.

Menurut Elin, besaran kenaikan tarif pemeriksaan kesehatan TKI itu masih dalam batas (range) yang berlaku saat ini. Dia mencontohkan, untuk pemeriksaan kesehatan TKI ke negara-negara Timur Tengah harga yang berlaku saat ini yaitu antara Rp 300.000-Rp600.000. “Jadi, kenaikan itu tidak akan melebih angka Rp600.000” tuturnya.

Dia juga mengharapkan kepada Sarkes yang memeriksa TKI ke Taiwan agar melengkapi peralatan laboratoriumnya dengan alat micro biologisnya. Dengan alat itu bisa memeriksa bakteri Salamida dan ecoli.

Hingga kini jumlah Sarkes yang telah mendapat izin resmi dari Kementrian Kesehatan untuk memeriksa TKI berjumlah 89 Sarkes di Seluruh Indonesia. Dari jumlah 89 Sarkes itu, sebanyak 23 Sarkes berpusat di Jakarta ata0 40 persennya.

“Karena itu, kalau Sarkes Jakarta bagus, maka bagus lah pemeriksaan kesehatan TKI di Indonesia,” harap Elin (zul/toha).

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com