|
 | | Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat didampingi Rektor Universitas Pasundan Prof Didi Turmuzi di Bandung, Rabu (22/2) secara resmi meluncukan Pasundan International Migrant Workers Studies (PIMS). Acara peluncuran PIMS berlangsung di Aula Suradireja, Kampus FISIP Universitas Pasundan, Jalan Lengkong Besar, Bandung. | Bandung, BNP2TKI, Rabu (22/2) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat didampingi Rektor Universitas Pasundan Prof Didi Turmuzi di Bandung, Rabu (22/2) secara resmi meluncukan Pasundan International Migrant Workers Studies (PIMS). Acara peluncuran PIMS berlangsung di Aula Suradireja, Kampus FISIP Universitas Pasundan, Jalan Lengkong Besar, Bandung.PIMS dipimpin oleh Kunkunrat MSi, dosen Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Pasundan yang juga anggota KPU di Kabupaten Bandung Barat. Menurut Rektor Universitas Pasundan, Prof Dudi Turmudzi, perguruan tinggi nya sangat konsen dengan masalah TKI. Salah satunya adalah berkaitan dengan martabat TKI yang selalu direndahkan. "Kita sangat prihatin dengan harkat dan martabat TKI yang selalu direndahkan," katanya kepada bnp2tki.go.I'd. Salah satu problem dalam peningkatan martabat TKI adalah tingkat pendidikan TKI yang sangat rendah, sehingga mereka tidak memiliki posisi tawar di depan user. Salah program yg sudah dirintis oleh Universitas Pasundan adalah menyelenggarakan Homeschooling bagi TKI di Malaysia dan anak anak TKI di negeri jiran tersebut. "Sudah ratusan TKI dan anak TKI yang kita tingkatkan pendidikannya dan mengikuti ujian persamaan melalui program homeschooling di Kualalumpur," tegas Didi Tarmudzi. Ia juga menegaskan, program Homeschooling di Kualalumpur melibatkan dosen dosen dan tenaga pengajar dari Jawa Barat yang sedang studi Malaysia dan bekerjasama dengan KBRI. Namun prorgram tersebut terhambat karena faktor fasilitas dan pendanaan. Ia berharap dengan PIMS program program yang bisa meningkatkan harkat TKI dapat segera dilakukan dengan mensinergikan berbagai kekuatan, baik di dalam pemerintah maupun masyarakat. (Toh/b) |