RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BP3TKI Mataram tak Terbitkan KTKLN TKI PLRT Malaysia dan Arab Saudi

Cetak
Senin, 12 Maret 2012 17:27



Kepala BP3TKI Mataram, Syahrum
Kepala BP3TKI Mataram Syahrum

Jakarta, BNP2TKI, Senin (12/03) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram belum pernah memberikan pelayanan penerbitan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) untuk calon TKI/TKI yang bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia dan Arab Saudi. Berikut, juga pada negara-negara lain yang masih diberlakukannya moratorium penempatan TKI PLRT.

Demikian ditegaskan Kepala BP3TKI Mataram, Syahrum, di Mataram ketika dihubungi melalui handphone-nya dari Jakarta, Senin (12/03). “Untuk negara-negara yang masih berlaku moratorium penempatan TKI PLRT – seperti Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Syiria, dan Malaysia -- kami tidak memberikan pelayanan penerbitan KTKLN untuk calon TKI/TKI,” tegasnya.

Pernyataan Syahrum ini sekaligus meluruskan pemberitaan yang menyebutkan bahwa TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja di berbagai negara cenderung meningkat, dan pada Januari 2012 sebanyak 3.632 orang.

Seperti dilansir www.metronews.com Senin (12 Maret 2012) pukul 12:22 WIB, “para TKI tersebut terbanyak bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia dan menjadi Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Arab Saudi."

Menurut Syahrum, penempatan TKI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat di luar negeri selama Januari 2012 tercatat 3.632 orang. Jumlah itu meningkat dibanding periode yang sama pada Januari 2011 lalu yang tercatat 3.084 orang. Namun dari jumlah 3.632 orang tersebut, kata Syahrum, tidak satu pun TKI PLRT yang ditempatkan ke Malaysia dan Arab Saudi maupun negara-negara lain yang sedang diberlakukan moratorium penempatan TKI PLRT. ”Karenanya, kami tidak melayani penerbitan KTKLN untuk calon TKI/TKI PLRT ke Malaysia dan Arab Saudi maupun negara-negara lain yang masih diberlakukan moratorium,” tegas Syahrum.

Dijelaskannya, memang ada penempatan TKI PLRT asal NTB, tetapi bukan ke Malaysia dan Arab Saudi. Dari jumlah 3.632 orang pada Januari 2012 itu, kata Syahrum, sebanyak 256 orang di antaranya yang bekerja di luar negeri pada sektor PLRT – yaitu: di Bahrain 43 orang, Oman 43 orang, Qatar 9 orang, dan Uni Emirat Arab (UEA) 161 orang – sedangkan 3.372 orang sisanya bekerja di Malaysia pada sektor perladangan atau perkebunan, industri, dan konstruksi.

Ditambahkan Syahrum, pekerja asal Pulau Lombok dan NTB umumnya diminati para pengusaha perkebunan kelapa sawit di negeri jiran itu, karena umumnya berlatar belakang sebagai petani dan jenis pekerja di Malaysia juga di bidang perkebunan. "Para pengusaha di Malaysia lebih senang menggunakan jasa TKI asal Pulau Lombok, karena mereka dinilai rajin bekerja dan tidak terlalu banyak tuntutan. Karena itu pekerja ladang di negeri jiran itu banyak yang dari Lombok," katanya.

Menurut Syahrum, jumlah TKI asal Lombok dan NTB yang bekerja di luar negeri setiap tahun terus meningkat, pada 2008 sebanyak 52.273 orang, kemudian meningkat menjadi 53.731 orang pada 2009. Berikut pada 2010 naik menjadi 56.150 orang, dan pada 2011 meningkat lagi menjadi 58.230 orang.

Pada 2011 sebanyak 58.230 orang TKI asal NTB itu bekerja di 16 negara, terbanyak di ladang kelapa sawit di Malaysia Barat mencapai 42.853 orang. Sedangkan TKI PLRT di Arab Saudi – sebelum moratorium diberlakukan per 1 Agustus 2011 – diperkirakan mencapai 10.000-an orang. Sementara di negara lainnya jumlahnya relatif sedikit.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com