RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Guntoyo : Eks TKI Taiwan Jadi Raja Buah Naga

Cetak
Kamis, 22 Maret 2012 17:35



Guntoyo sudah menjadi raja buah naga

Jakarta, BNP2TKI (22/3) Guntoyo sukses mengelola usaha buah naga di kampung halamannya Blitar, Jawa Timur. Bermodal uang tabungan dari bekerja di Taiwan, kini Guntoyo sudah menjadi raja buah naga. Dalam hasil kebunnya sekali panen Guntoyo bisa memperoleh untung sekitar Rp 30 juta.

Saat menyebut buah naga hal yang tak asing lagi bagi yang pernah tinggal di Taiwan, buah berwarna merah sedikit muda yang dalam bahasa mandarin ini disebut Houkong gou. Buah yang menurut peneliti dapat menurunkan kadar kolestrol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak, bahkan ada zat fitikomia di dalam buah ini dapat menurunkan resiko kanker.

Bagi warga dusun Blumbang, Desa Ngumbal, Kecamatan Winangun Kabupaten Blitar, maka nama yang muncul adalah Guntoyo (40). Kebetulan sosok sukses tersebut mantan TKI Taiwan. Cukup sekali bertanya dimana letak kediaman Guntoyo, didaerhanya dia disebut “bapaknya” buah Naga makanya tidak sulit mencari kediamannya. Sebutan bapaknya buah naga ternyata cukup beralasan, hampir disetiap halaman rumahnya ditanam buah naga. “Tidak hanya di halaman rumah saja, dibelakang rumah pun saya tanam buah naga,” ucap Guntoyo seperti dikisahkan Majalah Intai terbitan Taiwan.

Kata Guntoyo, buah naga yang dibudi dayakannya terdapat tiga jenis dengan warna daging yang berbeda. Yakni buah naga yang berwarna putih (super white), merah (super red), dan hitam (super black). “Ketiga buah naga ini ditanam di empat tempat yang berbeda yang pertama di kebun seluas satu setengah hektar saya tanami 550 pohon. Di kebun seluas 30 are, saya tanam sekitar 290 pohon, dikebun yang 20 are, saya tanam 79 pohon, dan terakhir di kebun seluas 10 are, saya tanam 38 pohon,” terangnya.

Dalam semusim Guntoyo mengaku, bisa panen hingga 9 kali namun maksimalnya dua kali panen, sekali panen bisa setengah ton bisa didapat. Saat harga buha naga tinggi dalam sekali panen Guntoyo bisa mendapat Rp 30 juta lebih. Hebatnya tida hanya buah naga saja yang ditanam bapak dua anak ini ada buah srikaya jumbo, buah klengkeng dengan empat jenis berbeda ditanamnya. “Semua buah kualitasnya super,” jelasnya.

Buah-buah milik Guntoyo semuanya dipasarkan di supermarket wilayah Jawa Timur. “Pengepul atau distributor di Malang datang ke sini, bahkan pemilik buah Hokky di Surabaya datang kesini, dan meminta saya mengirimkan buahnya ke tokonya,” ujarnya.

Jadi tidak mengherankan, jika penghasilan Guntoyo setiap panen, baik itu dari buah naga, klengkeng, dan srikaya jika dikalkulasikan bisa mencapai Rp 100 juta lebih. Hasil itu belum ditambah lagi ribuan ekor ayam potong miliknya.

Alasan Guntoyo membuka usaha perkebunan dilatar belakangi keluarganya adalah petani dengan penghasilan pas pasan. Selain itu, sewaktu muda Guntoyo sudah berniat ke luar desanya untuk memperbaiki ekonomi keluarga yaitu dengan menjadi TKI di Taiwan. Namun sebelum Guntoyo memutuskan merantau ke Taiwan, ia sempat merintis usah bengkel sepeda motor di Kalimantan selama 3 tahun pada 1992. Dan ide merantau di negeri orang juga ia dapat disana. “Kata orang-orang yang datang ke bengkel saya, menjadi TKI itu enak soalnya gajinya besar dan tentunya cepet kaya. Dari itulah saya tertarik menjadi TKI dan Taiwan adalah tujuan saya,” kenangnya (Hapipi)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com