RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Kepala BNP2TKI Dijadwalkan Menutup Diklat Bahasa Jepang

Cetak
Selasa, 10 April 2012 14:28



Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat

BNP2TKI, Jakarta, Selasa (10/04) – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, dijadwalkan menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bahasa Jepang Tahun 2011/2012 yang diikuti 200 calon TKI nurse (perawat di rumah sakit) dan careworker (pengasuh orangtua usia lanjut/jompo) yang akan bekerja ke Jepang. Rencananya acara tersebut digelar di Gedung Graha HB Yasin P4TK Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jalan Gardu Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (11/04) pagi.

Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah (PPP) BNP2TKI, Haposan Saragih, di Jakarta, Selasa (10/04) pagi. Ia katakan, Diklat Bahasa Jepang Tahun 2011/2012 ini dilakukan selama enam bulan di Indonesia dengan diikuti 200 calon TKI Jepang. Dari 200 calon TKI peserta Diklat Bahasa Jepang tersebut, terdapat sebanyak 105 orang – terdiri dari 29 TKI nurse dan 76 TKI careworker -- yang dinyatakan matching atau sesuai dengan harapan pihak user dan akan diberangkatkan ke Jepang pada pertengahan atau akhir Mei mendatang. Di Jepang, mereka juga akan menjalani Diklat Bahasa Jepang selama enam bulan sebelum kemudian ditempatkan bekerja.

Haposan mengatakan, sedangkan untuk 95 orang peserta Diklat Bahasa Jepang yang dinyatakan belum matching, pihaknya sedang mengupayakan agar mereka mendapatkan prioritas dalam seleksi mendatang. “Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, dijadwalkan melakukan penutupan sekaligus memberikan arahan terhadap peserta Diklat Bahasa Jepang Tahun 2011/2012 yang diikuti 200 calon TKI Jepang itu,” kata Haposan Saragih.

Dijelaskan Haposan, didalam acara itu juga dihadiri pejabat Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dan Japan International Corporation for Welfare Services (JICWELS) -- yakni lembaga bentukan Pemerintah Jepang yang membawahi program kerjasama penempatan perawat dan pengasuh orangtua jompo asal Indonesia di Jepang.

Haposan menambahkan, penempatan perawat ini merupakan program kerjasama antarpemerintah (Government to Government/G to G) Indonesia Jepang. Program kerjasama ini dilakukan berdasarkan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara BNP2TKI atasnama pemerintah Indonesia dengan JICWELS yang mewakili Pemerintah Jepang, di Jakarta, Mei 2008 lalu. Program ini menindaklanjuti kerjasama program Indonesia-Jepang Economic Partnership (IJEPA) yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, pada November 2006.

Penempatan TKI nurse dan careworker ke Jepang ini dilakukan sejak tahun 2008 sampai 2011 sebanyak 791 orang – selengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah.

Penempatan TKI G to G ke Jepang dari Tahun 2008 – 2011

TahunNurseCareworkerJumlah
2008104 orang104 orang208 orang
2009173 orang189 orang362 orang
201039 orang77 orang116 orang
201147 orang58 orang105 orang
Jumlah363 orang428 orang791 orang

Sumber Data : Direktorat PPP-BNP2TKI Tahun 2011

Haposan menjelaskan pula, para TKI Jepang ini selain menjalani Diklat Bahasa Jepang sebelum bekerja, juga diberlakukan menjalani Ujian Nasional nurse dan careworker pada saat mereka sudah bekerja di negeri Sakura itu. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas TKI berikut memperpanjang kontrak kerjanya.

Bagi TKI yang lulus Ujian Nasional, mereka mendapatkan kesempatan memperpanjang kontrak kerjanya sesuai kesepakatan bersama dengan pihak perusahaan. Sedangkan bagi yang tidak lulus Ujian Nasional, mereka akan dipulangkan setelah masa kontrak kerjanya selesai.

Dikatakannya, pelaksanaan Ujian Nasional untuk TKI nurse ini sudah berjalan selama tiga kali sejak tahun 2010. Sedangkan Ujian Nasional untuk TKI careworker baru mulai dilakukan pada tahun 2012. Persyaratan untuk dapat mengikuti Ujian Nasional bagi TKI careworker ini, setidaknya telah memiliki pengalaman kerja di Jepang selama tiga tahun. Sedangkan untuk menjadi TKI nurse, setidaknya telah memiliki pengalaman kerja dua tahun sebagai perawat dan berpendidikan serendahnya lulusan D-3 program keperawatan.

Mengenai jumlah TKI di Jepang yang lulus mengikuti Ujian Nasional, kata Haposan, sebanyak 85 orang -- terdiiri dari 51 TKI nurse dan 34 TKI careworker – untuk jelasnya bisa dilihat tabel di bawah.

TKI Yang Lulus Ujian Nasional Nurse dan Careworker di Jepang

Tahun UjianTahun PenempatanLulus Ujian NurseLulus Ujian CareworkerJumlah
201020082 orang--
2011200813 orang--
-20092 orang--
201220089 orang34 orang-
-200922 orang--
-20103 orang--
Jumlah 51 orang34 orang85 orang

Sumber Data : Direktorat PPP-BNP2TKI Tahun 2012

Disinggung soal gaji TKI perawat di Jepang, Haposan menjelaskan, untuk TKI yang telah menjalani Diklat Bahasa Jepang akan menjalani kontrak kerja selama tiga tahun dengan gaji sekitar Rp 12 juta sampai Rp 20 juta. Sedangkan bagi TKI yang telah lulus Ujian Nasional, mereka mendapatkan kesempatan memperpanjang kontrak kerjanya – sesuai kesepakatan bersama dengan perusahaan tempatnya bekerja -- dengan gaji sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com