RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI dan Polri Tandatangani Mou Pelayananan dan Perlindungan TKI

Cetak
Senin, 16 April 2012 18:14



Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Dr Ir Lisna Yoeliani Poeloengan MS MM
Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Dr Ir Lisna Yoeliani Poeloengan MS MM

Jakarta, BNP2TKI, Senin (16/4): BNP2TKI dan Mabes Polri akan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) atau MoU, untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada TKI.

Tujuan penandatanganan MoU ini adalah, untuk meningkatkan perlindungan dalam bentuk pemberian pelayanan Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan kepada TKI yang telah kembali ke tanah air dari luar negeri dalam keadaan sakit atau sudah meninggal dunia.

Acara penandatanganan MoU rencananya dilakukan di Auditorium BNP2TKI Jakarta, Selasa (17/4) pagi, antara Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, Dr Ir Lisna Yoeliani Poeloengan MS MM, dengan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokes) Polri, Brigjen Pol dr Musaddeq Ishaq DFM di auditorium BNP2TKI.

”Penandatanganan MoU antara BNP2TKI–Polri ini mendesak dilakukan, dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan TKI sakit maupun sudah meninggal dunia dengan keluarganya.

Sehingga pelayanannya menjadi lebih nyaman, cepat, dan manusiawi,” kata Lisna Yoeliani Poeloengan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/04) petang.

Menurut Lisna, setiap bulannya rata-rata 100 TKI yang datang ke tanah air dirujuk ke rumah sakit Polri Kramatjati, karena sakit dan meninggal dunia.

Banyaknya TKI ini kadangkala membuat rumah sakit milik Polri ini tidak mampu menampung semua TKI.

Ditambahkan oleh Doktor lulusan IPB ini, nota kesapahaman antara BNP2TKI-Polri ini ditujukan untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan dalam bentuk pemberian pelayanan Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan kepada TKI yang telah kembali ke tanah air dari luar negeri dalam keadaan sakit atau sudah meninggal dunia.

”Untuk mendekatkan pelayanan TKI sakit dan meninggal dunia yang datang dari luar negeri, setelah dilakukan penandatangan MoU antara BNP2TKI dengan Polri ini, maka bisa dilakukan di 45 RS Polri yang ada di seluruh Indonesia,” kata Lisna.

Setelah MoU ditandatangani, nantinya TKI yang menderita sakit atau meninggal dunia tidak harus melalui Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang,Tangerang untuk dirujuk ke RS Polri Kramatjati.

Namun bisa melalui, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI) Surabaya, Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) dan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) di seluruh Indonesia.

Semuanya bisa merujuk ke 45 RS Polri di Seluruh IndonesiaDijelaskan Lisna, khusus TKI sakit yang datang dari bekerja di luar negeri kebanyakan berasal dari negara-negara Timur Tengah.

Dari 100 TKI sakit itu, kata Lisna, sekitar 60 % sampai 70 % di antaranya mengalami depresi ringan sampai berat.

Selebihnya, sakit fisik karena jatuh atau mengalami penganiayaan.

Terkait biaya pelayanan kedokteran dan kesehatan bagi TKI sakit atau meninggal dunia, Lisna mengatakan, disesuaikan dengan tarif Kelas III RS Polri tempat dilaksanakannya TKI tersebut dirawat.

Sedangkan pembiayaan ditanggung pihak asuransi dan para pihak lainnya.

***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com