 | | Tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Yasir (4 th), anak Abdullah Ied Al-Qobsani, sama sekali tidak benar. Tuduhan itu mengada-ada. | BNP2TKI, Tangerang, Jumat (20/04): Tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Yasir (4 th), anak Abdullah Ied Al-Qobsani, sama sekali tidak benar. Tuduhan itu mengada-ada.Demikian kata-kata yang terucap dari mulut Fitra Yanti binti Ali Mali (25 tahun), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Selante RT 002/004 Kecamatan Plangpang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB)."Saya kecewa dengan tuduhan itu, karena saya sampai ditahan selama kurang lebih 80 hari (20 Desember 2011 - 12 Maret 2012, red.) di Penjara Yanbu, Jeddah," katanya ketika ditemui di Gedung Lounge TKI Terminal 2 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (20/4). Dikatakannya, tidak semestinya dirinya ditahan. Sebab majikannya, Abdullah Ied Al-Qobsani maupun Asral, isterinya, jelas mengetahui jika Yasir, anak keduanya, meninggal lantaran tenggelam pada saat bermain di kolam yang ada di dalam rumahnya. Ia mengaku, tidak mengerti kenapa harus dijebloskan ke tahanan. "Waktu kejadian itu, majikan sudah mengetahui kalau saya ada di Lantai 2 sedang menggendong Sulthan (10 bulan), adik Yasir," kata Fitra Yanti. Cerita ini juga diungkapkan Fitra Yanti kepada petugas KJRI Jeddah saat mengunjungii dirinya di Penjara Yanbu pada awal Maret 2012. Kendati dirinya sudah ditahan selama tiga bulan, namun ia tidak terpikir untuk menggugat balik pada majikannya. “Semua saya kembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Yang pasti, saya tidak melakukan pembunuhan,” kata Fitra Yanti. Dari kejadian itu, Fitra Yanti mengaku, "kapok" menjadi TKI ke Arab Saudi. “Untuk menjadi TKI lagi, khususnya di Arab Saudi, belum pernah terpikirkan. Saya masih akan menenangkan pikiran setibanya di kampung halaman nantinya,” katanya.***(Imam Bukhori) |