RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Gelar Rapat Koordinasi Perlindungan TKI

Cetak
Senin, 30 April 2012 17:47



Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Dr Lisna Yoeliani Poeloengan
Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Dr Lisna Yoeliani Poeloengan

BNP2TKI, Jakarta, Senin (30/4): Perlindungan atas tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri merupakan tanggungjawab bersama.

Yakni semua instansi yang terkait dengan pelayanan TKI. Pemberian perlindungan dilakukan sejak masih menjadi calon TKI, mulai dari menjalani proses administrasi di daerah kabupaten/kota, provinsi, pusat, hingga mereka berada di luar negeri, berikut sampai TKI bersangkutan kembali ke tanah air.

''Kegiatan pemberian perlindungan atas calon TKI/TKI ini tidak bisa ditangani salah satu instansi saja. Tetapi melibatkan beberapa instansi terkait seperti Kemenakertrans, BNP2TKI, Kepolisian, Kemenkes, Asuransi, Imigrasi, Kemenlu, Kemensos, dan beberapa instansi terkait lainnya,'' kata Deputi Bidang Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Dr Lisna Yoeliani Poeloengan, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin siang (30/04).

Itulah sebabnya, tambah Lisna, guna meningkatkan terhadap pelayanan perlindungan calon TKI/TKI tersebut, BNP2TKI memandang perlu menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan beberapa instansi terkait pelayanan perlindungan TKI. Di antaranya Direktur Administrasi Kependudukan Kemendagri, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, perwakilan dari Kepolisian, Kemenkes, Asuransi, Imigrasi, Kemenlu, Kemensos, dan beberapa instansi/lembaga terkait lainnya.

Rakor yang diberi nama ''Rapat Koordinasi Kerjasama Lembaga Perlindungan TKI'' ini digelar selama tiga hari (1–3 Mei) di Yogyakarta.

Tujuan utamanya, kata Doktor lulusan IPB ini, untuk menyamakan persepsi antar lembaga/kementerian terkait pelayanan perlindungan TKI. Ditambahkan Lisna, kegiatan tersebut juga bisa menghasilkan rumusan-rumusan yang nantinya dapat dijadikan acuan di dalam memberikan pelayanan perlindungan pada calon TKI/TKI, khususnya bagi calon TKI bermasalah dan TKI bermasalah.

Implementasi Pasal 2 UU 39/2004

Lisna mengatakan, bentuk perlindungan awal atas calon TKI dan TKI itu adalah, dari diri calon TKI/TKI bersangkutan. ''Yang bisa memberikan perlindungan pada calon TKI dan TKI itu, sebetulnya dari diri calon TKI/TKI sendiri,'' kata Lisna.

Menurutnya, proses keberangkatan calon TKI/TKI yang mengadu nasib bekerja di luar negeri sejak awal tidak bisa berdiri sendiri. Melainkan, sejak dari pencatatan dan pendaftaran calon TKI/TKI telah melibatkan beberapa instansi di daerah kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

BNP2TKI, telah menciptakan sistem pencatatan dan pendaftaran calon TKI/TKI berbasis Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) -- yang telah terkoneksi sejak dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) di Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga pusat (BNP2TKI) -- berikut juga diciptakan sistem komputerisasi kepulangan TKI dan pengaduan TKI serta keluarga TKI pada Crisis Center.

''Aktivitas pelayanan pencatatan dan pendaftaran calon TKI/TKI sejak di daerah hingga pusat, berikut adanya sistem komputerisasi yang dicipta BNP2TKI inilah yang nantinya dikoordinasikan, dikomunikasikan, dipadukan, dan diharmonisasikan antar lembaga terkait pelayanan TKI didalam Rakor Kerjasama Lembaga Perlindungan. Sehingga dari Rakor tersebut tercipta panduan yang dijadikan acuan untuk memberikan pelayanan perlindungan pada calon TKI/TKI, khususnya calon TKI bermasalah dan TKI bermasalah nantinya,'' tutur Lisna.

Rakor Kerjasama Lembaga Perlindungan ini, tegas Lisna, tidak lain merupakan bentuk implementasi dari Pasal 2 Undang Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri.

Di dalam pasal itu dengan tegas disebutkan, bahwa penempatan dan perlindungan calon TKI/TKI berasaskan keterpaduan, persamaan hak, demokrasi, keadilan sosial, kesetaraan dan keadilan gender, anti diskriminasi, serta anti perdagangan manusia.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com