RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Jumhur Bahagia Pemerintah Ratifikasi Konvensi Buruh Migran

Cetak
Selasa, 01 Mei 2012 18:08



Perayaan Hari Buruh Migran Internasional atau May Day 1
Perayaan Hari Buruh Migran Internasional atau May Day 2
Terlalu sayang dilewatkan begitu saja Perayaan Hari Buruh Migran Internasional atau May Day bagi Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat.

Jakarta, BNP2TKI (1/5) Terlalu sayang dilewatkan begitu saja Perayaan Hari Buruh Migran Internasional atau May Day bagi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat.

Jumhur yang juga aktivis perburuhan dan mantan Ketua Umum Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) Selasa (1/5) Siang hari (1/5) memimpin langsung Long March ribuan buruh dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Tugu Proklamasi, di Jalan Jalan Raya Proklamasi, Jakarta Pusat.

Ribuan buruh yang dipimpinnya datang dari berbagai elemen, antara lain Serikat Pekerja Nasional (SPN), Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), Ikatan Serikat Buruh Indonesia (ISBI), Federasi Serikat Pekerja Otomotif Indonesia (FSPOI), Serikat Buruh Jabotabek Perjuangan (SBJP), Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPIN), Forum Buruh Narogong (FBN), Serikat Pekerja Pariwisata (SP Paras), serta Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI).

Kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di Lapangan Tugu Proklamasi, Jumhur mengatakan bahwa pengesahan Konvensi Buruh Migran dan Keluarganya menjadi undang-undang pada 12 April 2012 lalu merupakan hadiah bagi buruh migran Indonesia di dalam negeri. ”Saya bahagia karena akhirnya pemerintah telah meratifikasi Konvensi Buruh Migran dan Keluarganya menjadi undang-undang,” kata Jumhur.

Ia mengatakan bahwa Konvensi Buruh Migran dan Keluarganya menjadi undang-undang akan semakin meningkatkan perlindungan TKI di luar negeri. Dengan meratifikasi konvensi yang dideklarasikan di New York, AS, pada 18 Desember 1990, pemerintah mempunyai alasan kuat untuk melakukan kampanye tentang perlindungan TKI di luar negeri.

Indonesia, kata Jumhur, siap untuk melakukan kerjasama regional dan global dalam rangka peningkatan kerjasama perlindungan TKI di luar negeri."Selama ini negara penempatan tidak mau meratifikasi konvensi dengan alasan pekerja rumah tangga di Indonesia sendiri belum terlindungi," kata Jumhur.

Ia menegaskan konvensi akan mempunyai makna apabila negara tujuan penempatan juga meratifikasi konvensi itu sehingga berlaku asas resiprokal. Ia mengaku sejak lama menyuarakan dukungan bagi ratifikasi konvensi itu.

Ratifikasi konvensi ini sudah mendunia. "Jadi jika ada negara penempatan yang belum mau meratifikasi konvensi ini akan dikucilkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tutur Jumhur.

Konvensi internasional mengenai perlindungan buruh imigran dan anggota keluarganya dideklarasikan di New York pada 18 Desember 1990 dan diberlakukan sebagai hukum pada 1 Juli 2003. Sebagai bagian dari anggota PBB, Indonesia ikut serta menandatangani Konvensi ini pada 22 September 2004. (zul).

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com