RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Operator Call Center Diminta Bekerja dengan Nurani

Cetak
Sabtu, 05 Mei 2012 16:53



Pelatihan Petugas Operator Call Center BNP2TKI Tahun 2012
Pelatihan Petugas Operator Call Center BNP2TKI Tahun 2012

BNP2TKI, Solo (5/5): Melayani pengaduan dari Calon TKI, TKI ataupun keluarga TKI butuh kesabaran bagi seorang petugas operator Call Center Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Masyarakat yang mengadu wajar jika berharap kasusnya bisa dijawab dengan cepat, tepat dan memuaskan. Di sisi lain, tekanan dari LSM/ media massa bisa menjadi beban sekaligus tantangan bagi petugas Call Center.''Bekerjalah dengan hatinurani dan niat ibadah maka pekerjaan itu akan mudah anda lakukan,'' ujar Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, Arini Rahyuwati ketika menjadi panelis bersama dengan Direktur Pelayanan Pengaduan Bidang Perlindungan BNP2TKI, Christofel de Haan pada Pelatihan Petugas Operator Call Center BNP2TKI Tahun 2012 di Hotel Lorin, Solo, Jumat (4/5).

Menurut Arini, dari sisi kewenangan diakuinya BNP2TKI memang dalam banyak hal belum bisa mengeksekusi kasus-kasus secara cepat. Posisi ini tentu harus dan sudah disadari oleh petugas operator Crisis Center BNP2TKI. Namun demikian, dari sisi kinerja pelayanan, setiap pelayanan harus terdokumentasi dengan baik.

Ia mencontohkan, kasus keluarga yang minta TKI dipulangkan dari Arab Saudi merupakan kasus yang banyak ditemui petugas operator. Kepada keluarga pelapor harus diberi pengertian bahwa BNP2TKI butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa menelusuri keberadaan TKI di Arab Saudi. Upaya pencarian alamat TKI itu melibatkan koordinasi dengan kantor perwakilan setempat.

Agar mudah menemukan alamat keluarga TKI, Arini mengatakan petugas operator harus meminta semua data TKI yang ada pada keluarga seperti foto kopi paspor, nama majikan, nomor kontak majikan, Identitas majikan pertama, perjanjian kerja dan hal-hal terkait lainnya. Ditambahkannya, jika TKI ketika berangkat sudah memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) tentu hal itu akan memudahkan penelusuran namun jika tidak tentu memerlukan waktu yang lebih.

Ia melanjutkan, jika tidak ada KTKLN, maka BNP2TKI akan memanggil PPTKIS yang menempatkannya. ''Yang penting setiap update informasi pastikan informasi itu terekam dengan baik di database,'' pinta Arini.

Dalam setiap kasus faktor komunikasi timbal balik harus tetap dijalankan. Petugas operator call center/ crisis center diminta tetap pro aktif dan jangan sampai terputus komunikasi dengan keluarga pelapor. Terhadap kasus yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat, masyarakat tetap kita berikan informasi bahwa pemerintah tetap bekerja dengan berbagai upaya. ''Kita tidak boleh putus asa dengan dinamika kasus yang berubah-ubah,'' gugah Arini.

Ia mengharapkan, agar bisa bekerja dengan baik, seorang operator call center/ crisis center harus memahami dengan baik dan benar tentang UU 39 tahun 2004 dan produk hukum lainnya termasuk soal aturan tentang asuransi TKI. ''Ingatlah ada ibadah dari pekerjaan ini jika anda melakukannya dengan ketulususan hati,'' gugah Arini. (zul)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com