RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Permasalahan TKI di Luar Nageri Didominasi Taiwan dan Arab Saudi

Cetak
Rabu, 06 Juni 2012 17:11



BNP2TKI, Jakarta, Rabu (06/06) – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri didominasi Taiwan untuk negara-negara penempatan kawasan Asia Pasifik, dan Arab Saudi untuk kawasan Timur Tengah. Demikian setidaknya, data dalam dua bulan terakhir (April – Mei 2012) yang tercatat di Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang, Tangerang, Provinsi Banten.

Data kedatangan TKI dari 8 (delapan) negara penempatan di kawasan Asia Pasifik yang tercatat melalui BPK TKI Selapajang selama dua bulan (April – Mei 2012) sebanyak 4.836 orang. Terdiri dari 2.766 TKI sudah habis masa kontrak kerjanya, 509 TKI cuti, dan 1.561 TKI bermasalah.

Dari 1.561 TKI bermasalah di negara-negara kawasan Asia Pasifik itu, terbanyak didominasi TKI yang pernah bekerja di Taiwan. Jumlahnya sebanyak 611 orang. Berikut disusul Singapura Sebanyak 535 orang, Hong Kong 238 orang, Malaysia 131 orang, Brunei Darussalam 42 orang, serta Korea dan Macao masing-masing 2 orang – selebihnya dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel : Data Kedatangan TKI Asia Pasifik (April – Mei 2012) di BPK TKI Selapajang

No.Negara PenempatanHabis KontrakCutiBermasalahTotal
1.
Brunei Darussalam
121
23
42
186
2.
Hong Kong
379
117
238
734
3.
Jepang
1
-
-
1
4.
Korea
2
1
2
5
5.
Macao
2
2
2
6
6.
Malaysia
653
137
131
921
7.
Singapore
497
77
535
1.109
8.
Taiwan
1.111
152
611
1.874
 
Total
2.766
509
1.561
4.836

Sedangkan kedatangan TKI dari 10 negara penempatan di kawasan Timur Tengah yang tercatat melalui BPK Selapajang selama dua bulan (April – Mei 2012) sebanyak 38.719 orang. Terdiri dari 31.409 TKI sudah habis masa kontrak kerjanya, 2.757 TKI cuti, 4.553 TKI bermasalah.

Dari 4.553 TKI bermasalah yang terdapat di negara-negara kawasan Timur Tengah tersebut, terbanyak adalah TKI yang pernah bekerja di Arab Saudi. Jumlahnya sebanyak 1.996 orang. Kemudian disusul Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 1.128 orang, Qatar 721 orang, Oman 371 orang, Bahrain 155 orang, Yordania 74 orang, Kuwait 61 orang, Suriah 46 orang, dan Yaman 1 orang -- selebihnya dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel : Data Kedatangan TKI Timur Tengah (April – Mei 2012) di BPK TKI Selapajang

No.Negara PenempatanHabis KontrakCutiBermasalahTotal
1.Bahrain52724155706
2.Yordania1.30520741.399
3.Kuwait1.121151611.333
4.Libya10--10
5.Oman1.4111103711.892
6.Qatar1.1421027211.965
7.Arab Saudi21.9122.0181.99625.926
8.Suriah655446705
9.Uni Emirat Arab3.3113271.1284.766
10.Yaman151117
 Total31.4092.7574.55338.719

Beda Masalah

TKI bermasalah yang pernah bekerja di Taiwan dan Arab Saudi, menurut Ricky Adriansjah, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga Keuangan dan Lembaga Nonkeuangan Direktorat Pemberdayaan BNP2TKI yang pernah tiga kali ke Taiwan -- untuk mencermati seluk-beluk dan perilaku TKI di negeri pecahan Negara China itu -- mengatakan, bahwa TKI bermasalah di Taiwan kebanyakan kabur dari majikan.

“Kebanyakan TKI yang kabur dari majikannya di Taiwan itu, karena terbujuk rayuan para oknum calo TKI. Modus yang dilakukan para oknum calo TKI tersebut biasanya memberikan iming-iming gaji cukup tinggi. Padahal, sesungguhnya menjerumuskan TKI,” kata Ricky Adriansjah ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (06/06).

Sedangkan permasalahan TKI di Arab Saudi sangat beragam. Mulai dari gaji tidak dibayar majikan, dipekerjakan tidak sesuai perjanjian kontrak kerja (PK), disakiti majikan, rindu kampung halaman, hingga pelecehan seksual.

Ricky Adriansjah mengatakan, untuk ukuran gaji TKI yang bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Taiwan sebetulnya lebih dari cukup di banding negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. TKI PLRT di Taiwan, lanjut Ricky, digaji sebesar $NT 15.840 atau Rp 4.752.000 (dengan asumsi $NT sebesar Rp 300) per-bulan. Sedangkan TKI PLRT di Arab Saudi per-bulan digaji 800 Reyal atau Rp 1.920.000 (dengan asumsi 1 Reyal sebesar Rp 2.400).

“Jadi, kalau TKI PLRT di Taiwan mau bekerja secara dengan benar dan tidak neko-neko. Juga tidak sampai kabur karena rayuan para oknum calo TKI, gaji yang mereka terima sudah lebih dari cukup,” katanya.

Di samping itu, salah satu bentuk perhatian dan perlindungan yang diberikan Pemerintah Taiwan kepada TKI -- juga terhadap tenaga kerja asing lainnya -- adalah, users (pengguna atau majikan) yang menelantarkan TKI akan dikenakan sanksi dan denda cukup berat. Sebaliknya TKI yang kabur atau pindah users sebelum habis masa kontrak kerjanya, akan menjadi buronan polisi. Polisi yang berhasil menangkap TKI yang buron mendapatkan hadiah dari Pemerintah Taiwan setara Rp 6 juta per TKI. Sedangkan TKI yang berhasil ditangkap akan dikenai sanksi tahanan minimal empat bulan dan denda senilai Rp 10 juta.

Menurut data Imigrasi Taiwan, saat ini terdapat sekitar 200.000 TKI. Sekitar 4.000 TKI di antaranya ditahan Pemerintah Taiwan di Penjara Imigrasi Taiwan, yang sebagian besar karena kasus kabur atau pindah majikan sebelum habis masa kontrak kerjanya.

Riccky Adriansjah mengatakan, mengenai kontrak kerja TKI PLRT di Taiwan pada tahun pertama saat ini selama 2 tahun. Sekiranya pola kerja TKI tersebut dinilai bagus dan cocok oleh users, maka masa kontrak kerjanya bisa ditambah menjadi 3 tahun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka diberi kesempatan untuk memperpanjang kontrak kerjanya sampai 4 kali kontrak kerja.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com