RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Sunarjo : Raih Omset Puluhan Juta Perbulan

Cetak
Rabu, 06 Juni 2012 10:22



Sunarjo yang mantan TKI di Korea Selatan.
Sunarjo yang mantan TKI di Korea Selatan.

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (6/6) - Hidup seperti roda berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Sepenggal kalimat ini sepertinya pas untuk mengisahkan kehidupan Sunarjo yang mantan TKI di Korea Selatan. Saat ini Sunarjo (41) memiliki 5 bidang usaha yang didirikan sepulang bekerja dari Korea. Dari usahanya tersebut setiap bulannya Sunarjo mampu meraih omset puluhan juta rupiah.

Pada 2002, Sunarjo mengadu nasib ke Korea. Dia bekerja di sebuah perusahan mobil Nissan sebagai operator produksi. “Saya membuat bumper mobil, pabrik mobil tersebut berada di daerah Fuk Sam Kumi, Korea Selatan,” kata Sunarjo.

Sunarjo yang lahir di Majalengka 20 Februari 1971 ini mengaku setiap bulan menerima gaji sebesar 660 Won. Jika dialembur kerja maka dalam sebulan Sunarjo bisa mendapatkan 1.250 Won Korea. Bekerja di Korea selama tiga tahun dan kontrak kerjanya selesai pada Oktober 2004.

“Saya bekerja bersama istri di Korea. Tapi kami berbeda perusahaan, dia bekerja di pabrik HP,” jelas bapak tiga anak dan suami dari Sri Rahayu ini.

Sepulang dari Korea, Sunarjo mulai merintis usahanya. Pertama ia mendirikan usaha pengisian ulang air minum. Usaha tersebut Sunarjo dirikan berbekal. modal dari bekerja selama di Korea. Ia memilihusaha itu karena belum ada di daerahnya.“Karena belum ada usaha tersebut omsetnya cukup lumayan. Dari keuntungan itulah kemudian saya mendirikan usaha lain yaitu konter HP,” paparnya

Waktu terus berputar, Sunarjo pun terus mengembangkan usaha-usaha lainnya. Ia lalu mendirikan warung internet dan penyewaan studio musik. Kedua usaha tersebut ia namakan Rifa Net dan Rifa Studio. Tidak hanya itu bersama istri tercintanya Sunarjo juga mendirikan butik.

Semua usahanya berlokasi di Desa Kertajati, Kelurahan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Alhamdulillah dalam sebulan saya dapat memperoleh omset puluhan juta rupiah perbulan. Dari semua itu, omset yang terbesar di dapat dari toko baju,” katanya.

Sunarjo mengaku pada saat ini omsetnya mengalami penurunan karena banyak nya usaha sejenis bermunculan. “Sekarang usaha pengisian ulang air minum, konter HP, warnet dan studio musik sudah banyak bermunculan. Ia sedang berpikir mendirikan usaha baru.(Hpp/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com