RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Tutup Pelayanan Empat PPTKIS

Cetak
Kamis, 07 Juni 2012 20:22



Direktur Pengamanan dan Pengawas BNP2TKI (Dirpamwas) Brigjen Polisi Bambang Purwanto
Direktur Pengamanan dan Pengawas BNP2TKI (Dirpamwas) Brigjen Polisi Bambang Purwanto

BNP2TKI, Jakarta (7/6): Akibat melakukan pelanggaran dalam prosedur penempatan TKI, 4 (empat) PPTKIS telah dikunci pelayanan penempatannya oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Rekomendasi penundaan pelayanan atau dikenal penguncian dalam Sistem Komputeriasasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) itu dilakukan dari Direktorat Pengamanan dan Pengawasan BNP2TKI (Dirpamwas).

”Empat PPTKIS yang ditunda itu 3 dari Jawa dan 1 dari Palembang,” ujar Direktur Pengamanan dan Pengawas BNP2TKI (Dirpamwas), Brigjen Polisi Bambang Purwanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/6).

Bambang mengungkapkan, dari 4 PPTKIS itu ada dua PPTKIS yang memaksa Calon TKI untuk menandatangani hutang kepada perusahaan sebelum berangkat ke Taiwan. Kedua PPTKIS-nya yaitu di Semarang, PT Anto Bintan Permai dan di Surabaya PT Mulya Laksana Sejahtera. Di Surabaya ada PT Lintas benua Berkat Abadi yang izinnya penampungan dan numpang proses untuk memberangkatkan TKI ke Taiwan.

Di Palembang, lanjut Bambang, ada PT Citra Karya Sejati yang menampung 1 orang TKI buta huruf, 1 orang di bawah umur dan 10 orang lagi mau diberangkatkan ke Taiwan namun sebelum diberangkatkan mereka dipaksa untuk menandatangani hutang kepada perusahaan. Kelanjutan kasus TKI di Palembang ini kasusnya diserahkan ke Direktorat Reserse Polda Sumsel guna umum untuk penyidikan lebih lanjut.

”Pelanggaran administrasi saya kunci sampai dia memberbaiki sistem penempatannya,” tegas Bambang.

Dia mencontohkan, akibat penguncian ini PPTKIS diminta untuk memperbaiki jam pengajaran di penampungan-penampungan TKI. Memberikan informasi yang jelas kepada CTKI/TKI tentang hak-hak asuransi termasuk pemilikan Kartu Peserta Asuransi (KPA), tenaga profesional dan meningkatkan kualitas alat peraga sesuai aturan.

Bambang mengakui, selama menjabat sebagai Dirpamwas, baru kali ini melakukan penguncian terhadap PPTKIS yang nakal. Dari kegiatan ini pihaknya akan secara berkala melakukan penjajakan ke PPTKIS untuk melihat sejauhmana administrasi penempatannya berjalan dengan baik. "Jika ada bukti awal kecurangan atau pelanggaran PPTKIS maka kami akan kunci tanpa harus menunggu pemanggilan tiga kali,” tegas Bambang. (zul/toha).

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com