 | | Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat | BNP2TKI, Surabaya, Sabtu (23/06) : Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyerahkan tiga jenazah WNI asal Jawa Timur yang tertembak Polisi Malaysia -- pada Selasa pagi (19/06) sekitar pukul 04.30 waktu Malaysia -- kepada keluarganya masing-masing. Penyerahan tiga jenazah WNI tersebut dilakukan di Terminal Cargo Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo pada Jumat dan Sabtu (22 - 23 Juni 2012).Demikian Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, didalam release-nya Kamis malam (21/06) kemarin. Ia menyatakan, penyerahan tiga jenazah WNI korban penembakan Polisi Malaysia kepada keluarganya masing-masing dilakukan pejabat dari Kemenlu dan pejabat Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI) Surabaya –- selaku unit teknis BNP2TKI yang dikoordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ketiga jenazah WNI korban penembakan Polisi Malaysia itu warga Jawa Timur. Proses penyerahan jenazah kepada keluarganya masing-masing dilakukan di Surabaya. BNP2TKI menugaskan pejabatnya di Jawa Timur (dalam hal ini UPT P3TKI Surabaya -- red.) untuk menangani kepulangannya dari Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo sampai ke rumah duka masing-masing," kata Jumhur. Dari Surabaya, Kepala UPT P3TKI Surabaya, Hariyadi Budihardjo pada Sabtu petang (23/06) mengatakan, proses penyerahan tiga jenazah WNI korban yang tertembak Polisi Malaysia tersebut -- yaitu Hasbullah (25 tahun), Sumardiono (34 tahun), dan Mursidi (28 tahun) -- dilakukan dalam dua tahap. Mengingat, kepulangan tiga jenazah itu tidak dilakukan pada hari yang sama. Hariyadi mengatakan, dua jenazah tersebut – yaitu : jenazah Hasbullah, warga Dusun Krajan Rt 17/Rw 03, Desa Sumber Petung, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, dan jenazah Sumardiono juga berasal Lumajang, tepatnya warga Dusun Krajan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang – diserahkan kepada keluarganya masing-masing pada Jumat (22/03). Jenazah Hasbullah diterbangkan dari Malaysia dengan pesawat Garuda GA 316 tiba di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jumat (22/06) pukul 14.45 WIB. Sedangkan jenazah Sumardiono diterbangkan dengan menggunakan pesawat Garuda GA 324 mendarat pukul 18.00 WIB. Prosesi penyerahan jenazah Hasbullah kepada Muhammad, Kepala Desa Sumber Petung, dilakukan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Tatang Budie Utama Razak, dengan disaksikan Kepala UPT P3TKI Surabaya, Hariyadi Budihardjo. Sedangkan penyerahan jenazah Sumardiono kepada Rudihartono, adik kandung almarhum, dilakukan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Tatang Budie Utama Razak, dengan disaksikan Kepala UPT P3TKI Surabaya, Hariyadi Budihardjo, dan Maulana Syahid, Staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu. Hariyadi menambahkan, adapun kepulangan jenazah Marsudi, warga Desa Ketapang Wetan Rt 01/Rw 01 Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, yang diterbangkan dari Malaysia dangan pesawat Garuda GA 316 tiba di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo pada Sabtu (23/06) pukul 16.30 WIB. Prosesi penyerahan jenazah Marsudi kepada Baihaqi Husein, saudara sepupu almarhum Marsudi, dilakukan Staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Maulana Syahid, dengan disaksikan Junaidi dan Reza, Staf Perlindungan UPT P3TKI Surabaya. Hariyadi mengatakan, pemulangan tiga jenazah WNI korban tewas tertembak Polisi Malaysia dari Bandara Juanda Surabay di Sidoarjo, sampai ke rumah duka masing-masing di Lumajang maupun di Sampang, difasilitasi UPT P3TKI Surabaya. "Untuk pemulangan tiga jenazah WNI korban tertembak Polisi Malaysia itu, kami sudah menyiapkan mobil ambulans dan siap mengantar sampai ke rumah duka,” katanya. Menurut Hariyadi, ketiga jenazah WNI korban tertembak Polisi Malaysia ini belum bisa dipastikan sebagai TKI resmi yang bekerja di Malaysia. Mengingat data-datanya tidak tercatat dalam Sistem Komputerisan Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko-TKLN) untuk kepemilikan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang diterbitkan BNP2TKI. Selain itu, perusahaan jasa – yaitu pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) – yang memberangkatkan ke Malaysia juga tidak diketahui. “Kalau TKI resmi dipastikan mengantongi KTKLN. Data-datanya akan mudah diketahui melalui data base baik di BNP2TKI maupun di UPTP3TKI Surabaya," katanya. Sedangkan Baihaqi Husein menjelaskan, saudara sepupunya yang meninggal tertembak Polisi Malaysia itu bekerja pada konstruksi bangunan. Marsudi di Malaysia tinggal bersama kedua orangtuanya, Mohannad Dahri dan Maidah. Almarhum Marsudi meninggalkan seorang isteri dan dua anak yang masing-masing berusia 5 tahun dan 2 tahun.***(Imam Bukhori) |