| Jakarta, BNP2TKI, Senin (23/7) – Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi Duta Besar RI untuk Kuwait Ferry Adamhar dalam mengupayakan penempatan TKI formal antara lain dengan membantu penyelenggaraan pertemuan dengan para pimpinan 30 perusahaan dari beragam usaha di negara kaya minyak itu. Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (23/7) menceritakan tentang pertemuan bertema "Indonesian Employment Table Top Meeting 2012" yang dia hadiri di Hotel Regency, Kuwait City, pada 18 Juli 2012 lalu yang diprakarsai KBRI Kuwait bekerja sama dengan BNP2TKI. Jumhur membuka forum pertemuan yang dihadiri 42 eksekutif dari 30 perusahaan itu. Sebelumnya, sejak 13 – 17 Juli 2012 ia bersama Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Agusdin Subiantoro, Direktur Kerjasama Luar Negeri Hermono, Direktur Mediasi dan Advokasi Teguh Hendro Cahyono, dan Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Elia Rosalina Afif - melakukan lawatan ke Yordania guna membicarakan pembebasan 350 TKI yang berada di penampungan KBRI di Amman, Yordania, berikut membahas permasalahan sekitar 5.000 TKI PLRT yang menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) karena ditempatkan pascamoratorium pada 29 Juli 2010 lalu. Di depan forum "Indonesian Employment Table Top Meeting 2012" itu, Kepala BNP2TKI menekankan bahwa yang diperlukan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri adalah, dengan program pembentukan "Center of Excellence" (pusat keunggulan). Jumhur mengatakan, saat ini BNP2TKI sedang melakukan inovasi berupa penawaran pembukaan "Center of Excellence" di Indonesia, di mana negara-negara pengguna tenaga kerja formal dapat melakukan investasi di pusat-pusat tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal bagi perusahaan mereka. Saat ini, katanya, tenaga kerja formal Indonesia yang bekerja di Kuwait tercatat sekitar 2.000 orang. Permintaan 1.687 TKI Formal Duta Besar RI untuk Kuwait Ferry Adamhar kepada Kepala BNP2TKI menceritakan bahwa meningkatnya permintaan tenaga kerja profesional itu terkait dengan digalakkannya pembangunan infrastruktur dan jasa dalam rangka menuju Visi Pembangunan Kuwait 2035. Ferry Adamhar mengatakan sejumlah perusahaan raksasa Kuwait membutuhkan segera tenaga kerja profesional berbagai bidang dari Indonesia. "Saat ini sebanyak 30 perusahaan terkemuka di Kuwait menyatakan membutuhkan segera 1.687 tenaga kerja profesional Indonesia untuk ditempatkan di beberapa bidang pekerjaan," katanya. Ferry Adamhar menambahkan kalangan eksekutif yang mengikuti pertemuan itu antara lain berasal dari perusahaan MH Al Shaya, Kuwait Automotive Imports Company, Radisson Blu Hotel, Kout Food Group, Mc Donald Kuwait, Al Ghanim Industries, Carrefour, Mustafa Karam and Sons Company, dan Costa Del Sol Hotel. ”Banyak dari perusahaan di Kuwait tersebut sangat membutuhkanTKI formal. Bahkan, ada yang mengnginkannya sebelum berakhir bulan Ramadhan ini,” katanya. Disebutkan pula, tenaga profesional yang dibutuhkan tersebut adalah 100 tenaga untuk restoran cepat saji (fast food), 200 orang untuk posisi di ritel Hypermarket, 409 posisi di bidang manufaktur, sopir transportasi bus sebanyak 300 orang, tanaga las 150 orang, mekanik otomotif 163 orang, dan 365 perawat kesehatan. Dubes mengatakan dedikasi dan kerja keras dari para tenaga kerja formal Indonesia telah menyebabkan perusahaan-perusahaan pengguna menginginkan agar Indonesia dapat dibuka lebih luas lagi.(mam/b) |