 | | Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat | Pekanbaru, BNP2TKI (31/7) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengatakan globalisasi dunia yang ditandai dengan liberalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan telah melahirkan ketidakadilan."Ketidakadilan ini disebabkan para pemimpin negara maju mempersulit datangnya tenaga kerja asing," ujar Kepala BNP2TKI ketika menyampaikan kuliah umum di Universitas Riau di Pekanbaru, Selasa (31/7). Menurut Jumhur, bentuk ketidakadilan itu dicontohkan dengan meski para pemimpin negara-negara maju seolah membutuhkan adanya TKA untuk mengisi di banyak sektor namun dari sisi persyaratan yang diminta seperti soal bahasa sangat tidak masuk akal. "Untuk Australia, syarat skore IELTS yang diminta 7.0. Syarat tinggi itu untuk orang Australia sendiri sulit diraih," paparnya. "Semakin liberal negara maju semakin tertutup kebijakan imigrasinya," katanya. Ia menyayangkan sifat hipokrit para pemimpin di negara maju padahal di tingkat masyarakatnya, kebutuhan itu sangat dirasakan. Politik migrasi negara maju yang tertutup ini merugikan bangsa Indonesia. Yang butuh kerja, kata Jumhur bukan para pemimpinnya tapi masyarakatnya. Dan yang ingin kerja bukan Jumhur, tapi para TKI. Di Jerman, ada permintaan 7.000 orang perawat Indonesia. Ketika BNP2TKI menyanggupi kebutuhan itu ada regulasi para pemimpin Uni Eropa yang membatasi datangnya pekerja dari luar Uni Eropa. Kepada para mahasiswa UNRI, Jumhur mengatakan bahwa kalau republik ini menyediakan tempat anda untuk mengabdi silahkan mengabdi kepada tanah air. Namun, bila pekerjaan tidak ada di dalam negeri silahkan bekerja di luar negeri. (zul/toh/b) |