RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Jelang Lebaran, Kiriman Uang TKI Ponorogo Capai Rp14 Miliar

Cetak
Kamis, 09 Agustus 2012 16:48



Jelang Lebaran, Kiriman Uang TKI Ponorogo Capai Rp14 Miliar
Jakarta, BNP2TKI, Kamis (9/8) -- Transaksi remitansi atau pengiriman uang dari TKI di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1433 H. "Nilai transaksi dari warga Ponorogo yang berada di luar negeri tahun 2012 sampai awal Agustus mencapai Rp14 miliar lebih," kata Manajer SDM dan Marketing Kantor Pos Ponorogo Suwito dalam keterangan pers, Kamis (9/8).

Suwito menjelaskan, sejak dibukanya program Western Union (WU) lebih mudah para TKI untuk mengirimkan uang ke keluarganya tanpa harus membuka rekening. Uang kiriman itu berasal dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Korea, Brunei Darussalam.

Diperkirakan kenaikan pengiriman uang tertinggi bakal terjadi pada pekan ini. Selain sudah mendekati Lebaran, juga disebabkan tingginya angka transaksi perekonomian warga Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar pengiriman dari luar negeri itu menggunakan Western Union.

"Semakin dekat Lebaran dan semakin meningkat kebutuhan masyarakat maka otomatis bagi keluarga yang berada di luar negeri akan mengambil jalan mudah dan cepat mengirim uang lewat Western Union apalagi, pelayanannya cepat, saat resi pengiriman diterima pengirim, yang menerima dapat langsung mengambil di kantor pos terdekat dengan menunjukkan kartu identitas dan nomor PIN, tanpa harus buka rekening," papar Suwito.

Per Hari Rp 5 Miliar

Lain halnya dengan remitansi TKI di Kabupaten Bangkalan. Kiriman uang TKI asal Bangkalan ini mencapai Rp5 milliar dalam setiap hari. Kiriman uang TKI terbanyak dari Arab Saudi dan Malaysia.

Manajer Unit Pelayanan Luar (UPL) Kantor Pos dan Giro Bangkalan, M Muzammil Anwar di Bangkalan pada Kamis (9/8) menerangkan, kiriman uang dari Arab Saudi mendominasi hingga 60 persen sedangkan dari Malaysia sebesar 30 persen.

"Riyal yang sudah dalam bentuk Rupiah mencapai Rp 4 - 5 milliar per hari sedangkan Ringgit hanya mencapai Rp1 milliar," kata Muzamil Anwar.

Ia menjelaskan, menjelang Lebaran ini paket kiriman dari luar negeri tidak hanya berupa uang, melainkan surat, dokumen, dan barang. Untuk kiriman surat dan paket hanya 10 hingga 15 persen. "Lazimnya makin mendekati Lebaran semakin bertambah, pada minggu depan sudah mencapai puncaknya untuk surat dan paketan sedangkan untuk kiriman uang hingga saat ini sudah mencapai 75 persen," papar Muzamil.

Ia menambahkan, pada Lebaran kali ini, H-1 Kantor Pos tetap buka. Begitu juga pada H+1, tetap melayani masyarakat. (mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com