RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Indonesia Raih Juara Umum Kompetisi ASEAN Skill Competition (ASC) 2012

Cetak
Selasa, 27 November 2012 15:27



Indonesia Raih Juara Umum Kompetisi ASEAN Skill Competition (ASC) 2012
“Dari 22 bidang uji lomba, Indonesia berhasil unggul di 19 bidang,” ujar Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas TKLN II, Drg Elia Rosalina Sunityo, MARS, MKK, ditemui di kantornya, Selasa (27/11).

Jakarta, BNP2TKI (27/11) Indonesia berhasil meraih juara umum pada Kompetisi Keterampilan ASEAN Skill Competition (ASC) ke-9 2012. Kegiatan ASC 2012 yang berlangsung dari tanggal 10-20 November 2012 di Jakarta Convention Center Jakarta ini ASEAN Skill Competition (ASC) ini merupakan event berbagai jenis lomba keterampilan yang diselenggarakan setiap 2 tahun. Tim Indonesia yang diwakili 42 peserta (kompetitor) total merebut 19 medali emas, 12 perak, 2 perunggu dan 7 medallion for excellence.

“Dari 22 bidang uji lomba, Indonesia berhasil unggul di 19 bidang,” ujar Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas TKLN II, Drg. Elia Rosalina Sunityo,MARS,MKK, ditemui di kantornya, Selasa (27/11).

Menurut Elin sapaan akrab Elia Rosalina, tujuan diadakannya lomba keterampilan ini adalah dalam rangka meningkatkan hubungan yang lebih erat antar negara-negara anggota ASEAN dan sebagai tolak ukur sejauh mana tingkat kompetensi calon tenaga kerja muda Indonesia dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka menuju dunia kerja .

Pesertanya, diikuti sekitar 950 anggota delegasi terdiri dari para ahli dan peserta yang berasal dari sembilan negara ASEAN, diantaranya Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Adapun tim juri berasal dari 10 (sepuluh) Negara ASEAN diketuai oleh seorang Chief Expert, dengan wakil seorang Deputy Chief Expert, memiliki 1 (satu) orang juri Chairperson dan 8 orang Tim Expert. Segala keputusan setelah dilakukan penilaian oleh Tim Expert menjadi tanggung jawab Chief Expert.

Indonesia terpilih menjadi Chief Expert di bidang Welding, Joinery, Cooking dan Beauty Therapy. Sedangkan sebagai Deputy Chief Expert di bidang Web Design, Cabinet Making, Fashion Technology, Mechatronics, Graphic Design Technology, IT Network System Administration, dan Caring. Materi uji atau test project yang digunakan ASC adalah yang dipakai pada ajang World Skills Competition, namun telah diadopsi sesuai dengan kesepakatan panel juri tiap kejuruan.

Elin menambahkan, bidang caring (keperawatan) merupakan baru pertama kali dilaksanakan dalam Asean Skill Competition. Bidang ini diikuti baru 3 tiga) negara yaitu Indonesia, Singapura dan Filipina. Singapura berhasil menjadi juara pada bidang keperawatan ini. Untuk lomba Caring untuk tahun 2012 masih bersifat exhibisi (pameran).

“Kami optimis lomba caring 2 tahun lagi yang akan diadakan di Vietnam sebagai tuan rumah The 10th ASC tahun 2014, Indonesia bisa menjadi juara,” harap Elin.

Pada ASC ke-9 tahun 2012 terdapat 22 (dua puluh dua) bidang keterampilan yang dilombakan dan 1 (satu) ketrampilan sebagai exhibisi, yaitu Mechatronik (Mekatronik – membuat robot), Mechanical CADD (Desain Teknik Mesin), IT Software For Business Solution (IT Sofware untuk solusi bisnis), Welding (Pengelasan), Wall and Floor Tiling (Pengerjaan Dinding dan Lantai), Plumbing and Healting (Pipa Saluran Air dan Pemanas), Electronic (Elektronik), Web Design (Web Desain), Electrical Instalation (Instalasi Listrik), Bricklaying (Pemasangan Batu Bata), Cabinet Making (Pembuatan Furniture), Joinery (Tukang Kayu), Hair Dressing (Rias Rambut), Beauty Therapy (Terapi Kecantikan), Fashion Technology (Fashion Teknologi), Automotive (Otomotif), Cooking (Memasak), Restaurant Service (Pelayanan Restoran), Refrigeration and Air Condition (Pendinginan dan AC), IT Network System Administration (Administrasi Jaringan IT), Graphic Design (Desain Grafis), Industrial Automotion (Industri Otomatisasi), Caring (Keperawatan).

Elin menambahkan, setelah Indonesia, posisi kedua ditempati Vietnam dengan lima medali emas, empat perak, lima perunggu dan 11 medallion for excellence.

Dan di peringkat ketiga Thailand memperoleh lima emas, dua perak, empat perunggu, dan 12 medallion for excellence. (zul/toha/ri)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com